Di Tengah Pandemi Covid-19, ODSK Terus Genjot Roda Pemerintahan dan Pembangunan Di Sulut

oleh -

Manado, Inspirasikawanua.com – Di tengah mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terus melakukan komitmen politik dengan menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan di tengah masyarakat.

Sejumlah kebijakan pro rakyat diambil dan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 untuk lancarnya roda pembangunan di daerah ini bersinergi dengan pemerintah di 15 Kabupaten dan Kota sehingga tidak ada yang merasa terpinggirkan apalagi merusak tatanan.

Penerapan setiap kebijakan selalu terupdate dan terupgrade, dengan melihat perkembangan setiap langkah yang dilakukan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah Pusat.

Gubernur Olly dalam menjalankan tugasnya selalu mengorganisir satuan tugas instansi agar roda pemerintahan tetap berjalan lancar meskipun dilakukan secara Virtual online dan kehadiran fisik dalam jumlah terbatas di internal tubuh Pemprov Sulut sendiri.

Guna menjaga roda pemerintahan dan pelayanan publik, Gubernur Olly Dondokambey menerbitkan Surat Edaran nomor: 800/20.2190/Sekr-BKD tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan Pemprov Sulut.

Surat tersebut guna menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia tanggal 15 Maret 2020 terkait Penanganan Covid-19 serta memperhatikan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/S3 tanggal 17 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara pertemuan dan koordinasi juga dilakukan dengan mitra kerja seperti DPRD, Forkopimda, Lembaga Negara lainnya dan organisasi agama dan kemasyarakatan di daerah.

Hal itu terlihat dari sejumlah agenda Gubernur Olly dan Wagub Kandouw dalam menjalankan tugas rutin dengan tetap melakukan koordinasi seperti; melakukan video conference dengan tim medis yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Prof. Kandou dan RS Wolter Monginsidi Manado, Rabu (13/5/2020) lalu.

Gubernur Olly Dondokambey yang didampingi istri tercinta Ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan yang juga selaku Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sulut berbincang dengan tim medis sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis dari Pemprov Sulut berupa 100 pax tuna frozen dan 100 pax tuna kaleng untuk tim medis RS Prof Kandou serta 42 pax tuna frozen dan 42 pax tuna kaleng bagi tim medis RS Wolter Monginsidi sebagai asupan protein bagi para dokter dan perawat untuk menjaga imunitas tubuh dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, ODSK menjamin ketersediaan komoditas utama bahan pangan, menjaga stok dan ketersediaan, pasokan, distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok di tengah pandemi Covid-19.

ODSK pun menggelar rapat koordinasi bersama Forum Pimpinan Umat Islam membahas persiapan Umat Islam dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19, dengan menghasilkan keputusan bersama, sehingga para tokoh umat muslim bersepakat dan mengimbau kepada seluruh komponen umat Islam Sulawesi Utara agar tidak melaksanakan takbiran secara berkelompok (konvoi) tapi melaksanakan secara terbatas di Masjid-Masjid masing-masing serta shalat di rumah masing-masing.

Sementara itu, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen mewakili Pemprov Sulut menyampaikan laporan seputar langkah refocusing anggaran Pemprov Sulut melalui video conference terkait upaya pencegahan tindak pidana korupsi (tipidkor) pengelolaan anggaran penanganan pandemi covid-19 dengan Koordinator Wilayah Pencegahan (Korwilgah) 3 Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Aida Ratna Zulaiha di Manado, Kamis (14/5/2020) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Sekdaprov Silangen mengapresiasi Tim Korsupgah KPK yang tanpa henti melakukan pengawalan kepada Pemprov Sulut bersama dengan 15 Kabupaten/Kota terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Sulut.

Silangen mengatakan bahwa Pemprov Sulut yakni Gubernur telah melakukan MoU dengan pihak Kejaksaan Tinggi, BPKP Sulut dan Inspektorat terkait anggaran untuk penanganan Covid-19 dimana Pemprov Sulut menganggarkan pada tahap pertama sebesar Rp. 95,5 miliar untuk tiga bidang, yaitu sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.

Silangen menjelaskan pada bidang kesehatan, anggaran digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), obat-obatan, operasional tenaga kesehatan, pembagian masker dan hand sanitizer, rapid test, rumah singgah dan rehab rumah sakit dan laboratorium

Pada bidang sosial, Pemprov Sulut menggunakan anggaran untuk jaring pengaman sosial/social safety net, bantuan bahan pokok dan makanan siap saji.

Pengalokasian anggaran di bidang ekonomi yang dipakai untuk pembelian produk lokal antara lain daging ayam, cap tikus (untuk bahan hand sanitizer) dari masyarakat, restrukturisasi kredit/pinjaman masyarakat dan penjualan online bahan pokok.

Agenda lainnya terkait rutinitas ODSK seperti mengikuti Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Selasa (19/5/2020) dengan agenda Penutupan Masa Persidangan Pertama Tahun 2020 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD dan Pembukaan Masa Persidangan Kedua Tahun 2020 serta Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses I Tahun 2020.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak para Anggota DPRD Sulut untuk saling mendukung dalam mengawal pelaksanaan setiap strategi dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah serta senantiasa berpedoman pada arahan dan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Mari kita satukan tekad dan langkah, untuk bersama-sama menghadapi Covid-19. Semoga kita cepat dipulihkan dari pandemi Covid-19, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab seperti semula, untuk memajukan daerah Sulawesi Utara, dan mensejahterakan rakyat,” ajak Gubernur Olly.

Terkait koordinasi, ODSK juga menggelar video conference monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di daerah dan penanganan dampak covid-19 pada Rabu (20/5/2020).

Dalam vidcon nampak hadir jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen serta para Bupati dan Walikota se-Sulut.

Gubernur Olly mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini.

“Sampai saat ini kita belum tahu akhirnya sampai dimana, kita belum dapat memprediksi kapan trend kurva epidemiologi ini menurun. Dengan kata lain kita masih berada di gelombang yang pertama yang belum kita ketahui dengan pasti kapan ini berakhir,” kata Gubernur Olly.

Untuk itu, Gubernur Olly mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama mencegah penyebaran covid-19 dengan menindak tegas setiap pelaku pelanggaran di tengah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan lain, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw meninjau langsung proses penanganan dan pengangkatan gulma eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa pada Rabu (20/5/2020).

Wagub Kandouw mengatakan bahwa Pemprov Sulut berkomitmen mendukung penuh upaya pelestarian Danau Tondano.

“Pengangkatan eceng gondok ini harus diseriusi dan harus ada pengawasan langsung, sehingga apa yang menjadi target kita dari Pemerintah Provinsi, agar Danau Tondano bersih dari eceng gondok, boleh terlaksana,” kata Wagub Kandouw.

Tak hanya itu, Wagub Kandouw juga optimis bahwa target Danau Tondano bersih dari eceng gondok bakal tercapai. Diketahui, hingga kini luas pembersihan eceng gondok sudah mencapai  100 hektar dari total 300 hektar yang terdapat eceng gondok.

“Kita optimis, tahun ini eceng gondok di Danau Tondano bersih,” ujar Kandouw. (Advetorial Dinas Kominfo Pemprov Sulut)

 448 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *