Warga Wangurer Desak Peternakan Babi Dipindahkan, Pemilik Legowo Tindaklanjuti Keinginan Masyarakat

oleh -522 views
Foto: Pertemuan terkait peternakan babi milik eks Hukumtua Wangurer Decky Tangka di kantor desa Wangurer, Senin (4/11/2019)

Inspirasikawanua.com – Minahasa Utara, DPRD Kabupaten Minut, melalui Komisi II yang didampingi wakil ketua DPRD Olivia Mantiri, usai turun lapangan mengecek keberadaan kandang babi milik eks Hukumtua Wangurer Decky Tangka, merekomendasikan kepada DLH Minut dan langsung mengadakan pertemuan bersama pemilik peternakan dan warga di kantor desa Wangurer, Senin(4/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut masyarakat terus mendesak agar peternakan babi yang berlokasi dekat pemukiman warga, agar segera dipindahkan. Mengingat bau yang dihasilkan dari peternakan tersebut sangat menganggu aktifitas masyarakat.

“Kami minta kalau bisa kandang babi milik pak Decky bisa dipindahkan. Kami beri batas waktu sampai 10 hari kedepan. Kami siap bantu memindahan ternak babi jika mantan Kumtua membutuhkan bantuan,” ujar salah satu warga dalam pertemuan itu.

Decky Tangka yang juga ikut mencalonkan diri menjadi Kumtua Wangurer ini meminta agar waktu pemindahan bisa diperpanjang hingga akhir bulan ini. Sebab, untuk memindahkan ternak babi miliknya harus terlebih dahulu dibuat kandang sehingga membutuhkan waktu.

“Ini tidak seperti memindahkan sapi atau kambing. Jadi saya minta penambahan waktu hingga akhir bulan ini,” kata Tangka meminta pengertian dari warga.

Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya kedua belah pihak setuju adanya penambahan waktu bagi pelaku usaha untuk memindahkan ternaknya. Itupun langsung dibuat berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan oleh Camat Liksel dan Kepala DLH Minut.

Ketua Komisi II Jemmy Mekel mengatakan jika permasalahan ini harus secepatnya diselesaikan karena warga sekitar peternakan merasa terganggu dengan limbah dan bau. Untuk itu, Komisi II meminta agar DLH Minut segera menindaklanjuti masalah ini. “Sebab sungai yang dekat peternakan yang limbahnya langsung dibuang ke sungai, itu digunakan warga untuk kebutuhan MCK,” tambahnya.

Sementara itu Kumtua Wangurer, Sampelan Watupongoh meminta agar warga bisa menjaga kerukunan dan keamanan desa. Untuk itu diharapkan kedua belah pihak tidak memperpanjang persoalan ini.

“Saya minta juga warga jaga keamanan menjelang Pilhut. Jangan sampai masalah ini mengganggu Pilhut,” tutupnya.(Josua)

 1,088 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *