Budaya Brunei Darussalam

oleh
oleh

Agama dan Spritualitas

Mayoritas penduduk Brunei adalah Muslim, dan Islam adalah agama resmi negara. Ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk adat istiadat, hukum, dan praktik sosial.

 

Adat, Tradisi dan Bahasa

Bahasa resmi Brunei adalah Bahasa Melayu, dengan dialek lokal Bahasa Melayu Brunei yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Adat istiadat dan tradisi Melayu sangat dihormati, dengan upacara adat seperti pernikahan dan perayaan keagamaan dilakukan dengan tata cara khas.

Kesenian Tradisional dan Kuliner

Masakan Brunei mencerminkan pengaruh Melayu, Cina, dan India, dengan hidangan khas seperti Ambuyat dan sate, sementara kesenian tradisional seperti tarian, musik, dan kerajinan tangan seperti tenunan kain dan pembuatan perhiasan sangat dihargai dan dilestarikan.

 

Pakaian Tradisional

Baca juga:  Bupati JG Hadiri Pelantikan 5 Penjabat Bupati Walikota Di Sulut

Pakaian tradisional seperti Baju Kurung untuk wanita dan Baju Melayu untuk pria sering dipakai, terutama pada acara-acara formal dan upacara keagamaan.

 

Kesultanan

Brunei adalah sebuah kesultanan, dan Sultan Brunei memiliki peran penting sebagai pemimpin negara sekaligus kepala agama.

 

Arsitektur     

Arsitektur di Brunei Darussalam mencerminkan perpaduan antara tradisi Melayu, pengaruh Islam, dan elemen modern. Beberapa contoh utama arsitektur di Brunei adalah:

Masjid Kubah Emas,

Lokasi: Bandar Seri Begawan

Deskripsi: Masjid ini adalah salah satu landmark paling ikonik di Brunei. Dibangun pada tahun 1958, masjid ini menampilkan kubah emas besar dan menara marmer. Dikelilingi, oleh laguna buatan yang indah, masjid ini mencerminkan arsitektur Islam yang megah dengan pengaruh Mughal dan Italia.

Baca juga:  BIG RI Tetapkan Luas Wilayah Desa Teep Warisa 729.733 Hektare

 

Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan

Istana ini adalah kediaman resmi Sultan Brunei dan dianggap sebagai istana terbesar di dunia yang dihuni. Istana Nurul Iman memiliki lebih dari 1.700 kamar dan mencakup berbagai fasilitas mewah, termasuk masjid pribadi, balai pertemuan, dan aula jamuan besar.

Etika dan Tata Krama

Salam dan menyapa

Salam dengan menggunakan tangan kanan, diikuti dengan menempatkan tangan ke dada sebagai tanda hormat.

Masyarakat Brunei juga mengutamakan penggunaan bahasa yang sopan dan penuh hormat.

Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Brunei tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai komunitas yang kuat. (*)

Penulis: Riyan Y.Lumenta (Mahasiswa Unsrat Fakultas Ilmu Budaya, Mata Kuliah: Pengetahuan Kepasifikan)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *