Worang: Indonesia Emas Dihantui dengan Judi Online; Setuju Lokasi Judi

oleh
oleh
Keterangan Gambar; Dr. Frederik Worang (Foto Istimewa)

Manado, www.inspirasikawanua.com – Dampak buruk praktik judi online (disingkat Judol) di masyarakat, mendapat beragam pandangan dari berbagai pihak. Salah satunya dari akademisi Unsrat, Dr Frederik Worang, yang mengatakan bahwa judi online tidak mendukung perekomian daerah khususnya di Sulut.

“Praktik judi online tidak bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut”, ujar mner Gerdi sapaan akrabnya.

Menurut Worang, bila hal ini (judol) terus dilakukan dan susah diberantas, dirinya setuju jika dibangun lokasi khusus judi di Sulut.

“Dengan pertimbangan alternatif penerimaan pajak buat negara dan daerah, pajak penghasilan dari pekerja; pajak penjualan dari lokasi dan retribusi untuk daerah”, terangnya.

Baca juga:  248 Siswa SMP Negeri 1 Airmadidi Lulus 100 Persen

Disamping itu Worang yang juga anggota Senat UNSRAT ini mengungkapkan berdasarkan informasi ada 9.9juta Generasi Z yang non employment, education and training (NEET) atau tidak bekerja; pendidikan rendah dan tidak terlatih.

“Padahal kita akan dihadapkan kelebihan penduduk produktif berjumlah 60% atau bonus demografi di 2035. Kita akan menyambut 2045 dengan Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas”, imbuhnya

Karena Judi online tidak memberikan pemasukan pajak dan tidak menggunakan tenaga kerja lokal. Worang mengusulkan Likupang, Kema, Tondano dan Manado Utara cocok untuk pembangunan lokasi judi. (*/Maycle)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *