Warga Sawangan Jaga 2 Tolak Rencana Pembangunan Kandang Ayam Puluhan Ribu Ekor Dekat Permukiman Dan Samping DAS Saduan

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com, — Warga Desa Sawangan Jaga 2 menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan peternakan ayam broiler modern berkapasitas puluhan ribu ekor yang disebut akan dibangun di sekitar permukiman warga.

Lokasi rencana pembangunan kandang ayam tersebut disebut berjarak sekitar 300 meter dari permukiman dan berada di sisi Sungai Batau, yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Saduan.

Sebagai bentuk penolakan, warga yang bermukim di sekitar lokasi telah mengumpulkan tanda tangan sebagai pernyataan sikap masyarakat terhadap rencana pembangunan tersebut.

Warga juga menyayangkan karena, menurut mereka, belum ada penyampaian atau pemberitahuan sejak awal terkait rencana pembangunan. Sementara itu, aktivitas pematangan lahan disebut sudah mulai dilakukan.

Dari informasi yang diterima media ini, warga juga mempertanyakan aspek perizinan, khususnya terkait Surat Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (SKKPR) yang disebut belum diajukan ke bagian tata ruang Dinas PUPR Minahasa Utara. SKKPR menjadi salah satu dokumen yang berkaitan dengan proses pemenuhan persyaratan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Atas kondisi tersebut, warga kemudian menggelar pertemuan bersama pihak pemilik atau owner rencana peternakan dan Pemerintah Desa Sawangan. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Hukum Tua Desa Sawangan, Denny Pieter, SH, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca juga:  Bupati FDW Gencar Lobi Pusat untuk Pembangunan Perumahan: Kunjungan Kerja ke Kementerian PKP Membuahkan Harapan Baru

Dalam pertemuan itu, pemilik atau owner, Rizky Sebel, warga Bitung, menyampaikan penjelasan mengenai rencana pembangunan kandang ayam tersebut. Setelah penyampaian dari pihak owner, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapat.

Hukum Tua Sawangan Denny Pieter, SH, dalam pertemuan tersebut juga menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menentukan sikap, apakah menerima atau menolak rencana pembangunan kandang ayam tersebut namun tidak menolak investor, melainkan memberikan solusi agar kandang dapat dipindahkan ke lokasi yang bisa dibangun kandang.

Sementara itu, Welly Mantiri, yang hadir dalam kapasitas sebagai aktivis lingkungan hidup sekaligus warga Sawangan, turut menyampaikan pandangannya. Ia juga menyerahkan keputusan kepada masyarakat untuk menentukan sikap terkait rencana pembangunan tersebut.

Penolakan juga disampaikan salah satu warga Anggela Montung. Dalam penyampaiannya, Anggela menyoroti tata letak rencana kandang yang dinilainya tidak sesuai. Setelah menyampaikan pandangannya, ia secara tegas menyatakan penolakan dan mempersilakan warga lainnya menyampaikan pendapat masing-masing.

Baca juga:  Pemprov Sulut Akan Salurkan Bantuan Beras Bagi Warga Korban Banjir di Manado

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Sawangan, Veky Wuisan. Ia menyayangkan tidak adanya penyampaian kepada masyarakat sejak awal mengenai rencana pembangunan kandang ayam tersebut.

Menurut Veky, masyarakat justru mengetahui adanya rencana pembangunan setelah informasi mengenai rencana kandang ayam tersebut beredar, sementara aktivitas pematangan lahan disebut telah berlangsung.

Sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi, Veky menyatakan penolakan terhadap pembangunan kandang ayam yang lokasinya dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga serta berada di sisi daerah aliran sungai.

Penolakan warga tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan yang digelar bersama pihak pemilik dan pemerintah desa. Masyarakat meminta agar aspek tata ruang, lingkungan, lokasi pembangunan, serta kelengkapan perizinan menjadi perhatian sebelum rencana pembangunan peternakan ayam tersebut dilanjutkan.

Hingga berita ini disusun, sikap masyarakat Desa Sawangan Jaga 2 yang hadir dalam pertemuan tersebut cenderung menolak rencana pembangunan kandang ayam di lokasi yang dimaksud. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *