
MINAHASA UTARA, www.inspirasikawanua.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian serius setelah kobaran api meluas di kawasan kaki Gunung Klabat, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara, Senin hingga Selasa (21-22/9/2026) saat ini.
Aktivis Minahasa Utara, William Luntungan, yang melihat langsung kondisi di lokasi, mengaku prihatin sekaligus tergerak untuk memberikan dukungan terhadap upaya pemadaman yang dilakukan petugas bersama berbagai unsur terkait.
Menurut William, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Api disebut cepat merambat akibat kondisi cuaca panas, angin kencang serta kemarau berkepanjangan yang membuat kawasan tersebut semakin mudah terbakar.
Ia juga menyaksikan langsung bagaimana petugas harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas di kawasan kaki Gunung Klabat.
“Saya terdorong untuk membantu karena melihat sendiri bagaimana tim di lapangan bekerja ekstra keras. Respons cepat dan totalitas pemerintah serta instansi vertikal dalam mengendalikan titik api di area kaki Gunung Klabat patut kita beri apresiasi setinggi-tingginya,” ujar William.
William menilai penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat, mengingat kondisi alam yang kering serta hembusan angin dapat membuat api dengan cepat menjalar ke area lainnya.
Ia berharap upaya pengendalian dan pemadaman terus dilakukan secara maksimal sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam kawasan hutan maupun lingkungan di sekitar kaki Gunung Klabat.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya kewaspadaan seluruh pihak selama musim kemarau, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya pengendalian api oleh petugas dan unsur terkait masih menjadi perhatian di kawasan tersebut. (Josua)
![]()





