
MINAHASA UTARA, www.inspirasikawanua.com — Kepala Sekolah SD GMIM 85 Wori, Gresye Legi, M.Pd., memberikan klarifikasi terkait polemik pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, khususnya mengenai dugaan penggunaan pihak ketiga dan keterlibatan pekerja dari luar Desa Wori.
Gresye menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menggunakan pihak ketiga untuk mengerjakan proyek revitalisasi tersebut. Menurutnya, sekolah membentuk panitia dan mencari ketua pelaksana dari luar Wori karena membutuhkan orang yang memiliki pengalaman serta memahami teknis pekerjaan konstruksi.
“Bukan menggunakan pihak ketiga. Kami mencari orang yang mengerti dan berpengalaman terkait pekerjaan revitalisasi,” jelas Gresye.
Terkait sorotan mengenai pekerja yang sebagian berasal dari luar Desa Wori, ia menjelaskan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan dan menghubungi orang tua murid untuk ikut dalam pekerjaan tersebut.
Namun, ketika pekerjaan akan dimulai, sebagian warga yang dihubungi ternyata sudah memiliki pekerjaan lain. Karena proyek memiliki batas waktu pengerjaan, ketua pelaksana kemudian mencari tenaga kerja dari luar desa.
Gresye juga membantah informasi bahwa ketua panitia mengundurkan diri. Ia menjelaskan bahwa sejak awal kepanitiaan tetap lengkap. Hanya saja, calon ketua sebelumnya merasa tidak memahami bidang konstruksi sehingga meminta untuk digantikan oleh orang yang lebih berpengalaman.
“Yang bersangkutan tetap menjadi bagian dari panitia. Yang berubah hanya posisi ketua pelaksana, karena membutuhkan orang yang memahami pekerjaan konstruksi,” katanya.
Mengenai transparansi, Gresye menegaskan pihak sekolah membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pekerjaan revitalisasi di SD GMIM 85 Wori.
“Silakan masyarakat atau siapa saja datang ke sekolah dan melihat langsung pekerjaan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Saat ini, progres pekerjaan disebut telah mendekati 50 persen. Dari total waktu pelaksanaan 90 hari kerja, proyek telah berjalan sekitar 40 hari. Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.046.688.636.
Gresye juga menjelaskan bahwa penggunaan anggaran dilakukan sesuai kebutuhan pekerjaan. Sementara pembayaran upah pekerja dilakukan setiap minggu, tepatnya setiap hari Sabtu, langsung di lokasi proyek.
“Gaji pekerja setiap minggu dibayarkan setiap hari Sabtu dan selama ini tidak pernah terlambat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya memang sempat berlangsung rapat BPMJ GMIM Immanuel Wori yang membahas pekerjaan revitalisasi, termasuk sejumlah usulan tambahan pekerjaan. Beberapa item yang diusulkan disebut berada di luar RAB yang telah ditetapkan.
Menurut Gresye, usulan tersebut sudah ada kesepakatan bersama BPMJ GMIM Immanuel Wori. Klarifikasi pihak sekolah ini disampaikan untuk menjawab sejumlah sorotan masyarakat terkait pelaksanaan revitalisasi SD GMIM 85 Wori sekaligus menegaskan bahwa pihak sekolah terbuka terhadap pengawasan dan informasi mengenai pelaksanaan proyek tersebut. (Josua)
![]()





