Investor dan Pemerintah Ada, Tapi Warga Bangun Wisata Sendiri: Sunset Bay Paputungan Minim Perhatian?

oleh

MINAHASA UTARA, www.inspirasikawanua.com — Semangat membangun desa justru datang dari masyarakat sendiri. Di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, warga secara swadaya mulai membangun kawasan wisata Sunset Bay Paputungan di pesisir desa.

Dengan menggalang dana secara mandiri, ∆masyarakat berupaya mempercantik kawasan pantai yang dinilai memiliki potensi wisata. Namun, di tengah gerakan tersebut, muncul pertanyaan mengenai perhatian pemerintah dan pihak investor yang beraktivitas di Desa Paputungan.

Salah satu putra asli Paputungan, Richard Mukau, menjadi bagian dari masyarakat yang terus mendorong pembangunan kampung halamannya. Meski bekerja sebagai perantau, Mukau mengaku tetap aktif memberikan diri dan ikut menggalang dukungan dana untuk pembangunan desa.

Menurutnya, pembangunan Sunset Bay merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap masa depan desa Paputungan.

“Ini kami lakukan secara swadaya karena kami ingin Paputungan menjadi desa wisata. Potensinya ada, tinggal bagaimana semua pihak mau memberikan perhatian dan dukungan,” ujar Mukau.

Mukau mengatakan, sebelumnya pihak kecamatan juga telah turun langsung melihat lokasi Sunset Bay. Masyarakat melalui Pemerintah Desa Paputungan bahkan telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah maupun pihak investor yang berada di wilayah desa, termasuk pihak Hotel Marriott.

Baca juga:  Direktur PDAM Minut Hadiri RDP DPRD, Sampaikan Permohonan Maaf dan Solusi Terkait Tuntutan Mantan Karyawan

Namun, menurut Mukau, permohonan bantuan material yang disampaikan melalui Pemerintah Desa Paputungan untuk pihak perusahaan hingga kini belum mendapatkan jawaban.

“Ke investor sudah pernah kami buat permohonan melalui Pemdes untuk bantuan material, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ungkapnya.

Selain persoalan dukungan terhadap pengembangan wisata, Mukau turut menyoroti kondisi jalan masuk Desa Paputungan.

Pihak perusahaan hanya memperbaiki jalan hanya sampai di mess pekerja sedangkan jalan masuk ke desa tidakdi bangun, sedangkan itu juga wajib mereka bangun sebagai bentuk CSR perusahaan ke masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai kontras dengan harapan menjadikan Paputungan sebagai salah satu desa yang mampu menopang sektor pariwisata Minahasa Utara.

“Harapan kami, jangan masyarakat terus yang bergerak sendiri. Kalau Paputungan mau dijadikan desa wisata, tentunya harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat dan investor,” katanya.

Meski dukungan yang diharapkan belum kunjung datang, masyarakat Paputungan tidak berhenti bergerak.

Sejumlah rencana pembangunan swadaya telah disiapkan, di antaranya pemecah ombak di depan Pantai Kelapa Lima, lampu penerangan jalan, serta empat unit gazebo untuk pelaku UMKM.

Baca juga:  Jelang 09 Desember, KPU Minut Validasi dan Approval Surat Suara

Gazebo tersebut nantinya diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk menjual berbagai makanan, jajanan dan produk lokal kepada pengunjung.

Menurut Mukau, keberadaan kawasan hotel dan banyaknya karyawan yang tinggal di dormitory milik Marriott sebenarnya dapat menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha kecil.

“Kalau ada fasilitas dan tempat yang baik, masyarakat bisa berjualan. Produk lokal bisa dipasarkan dan ekonomi warga bisa ikut bergerak,” ujarnya.

Masyarakat Paputungan berharap pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak hanya berbicara mengenai pengembangan pariwisata, tetapi juga memberikan perhatian nyata kepada desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Begitu pula dengan pihak investor yang beraktivitas di wilayah Paputungan. Masyarakat berharap keberadaan investasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fasilitas publik.

Sunset Bay kini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Paputungan tidak tinggal diam. Dengan kemampuan yang terbatas, warga mulai membangun sendiri destinasi wisata yang mereka harapkan dapat menjadi kebanggaan desa.

Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat harus membangun sendiri, sementara potensi Paputungan begitu besar untuk ikut menopang pariwisata Minahasa Utara? (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *