
Minahasa Selatan www.inspirasikawanua.com – Seorang kakek berusia 83 tahun bernama Yester Tahendung, diketahui hidup sebatang kara di wilayah Wawontulap Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan.
Kakek Yester dalam kesehariannya tinggal di “sabua” beratapkan terpal berukuran 2 X 3 M dan menggantungkan hidup sebagai seorang nelayan dengan mengunakan perahu kecil dimana hasilnya dibuatkan ikan garam.
“Kita mancari kurang didekat-dekat so nda ba jao dari pinggir pante, tamba leh itu katinting kurang ja rusak-rusak”, bener kakek Yester

Mengetahui hal tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw melalui Kepala Dinas Perikanan Kelautan Sulut, Tinneke Adam, menyerahkan bantuan kepada Kakek Yester.
“Bantuan dari Pak Gub dan Pak Wagub berupa mesin katinting 6.5 PK dan Sembako,” ujar Tinneke, Senin (05/09).

Hal ini menunjukkan kehadiran Negara dan sesuai dengan undang-undang dasar 1945 Pasal 34 yang menyatakan “Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” dan selanjutnya dalam Pasal 27 Ayat (2) menyatakan Bahwa tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Kisah kakek Yester tiba di Wawontulap bukan karena disengaja, tetapi kejadian bermula pada 7 tahun silam, dimana kakek Yester dari Siau mengunakan perahu untuk cari ikan. Kemudian tiba-tiba terjadi badai di laut, dirinya kemudian hanyut dan terdampar di Wawontulap.
Menurut informasi, pihak keluarga Kakek Yester sudah mengetahui keberadaannya saat ini, tetapi sudah terlanjur suka tinggal di Wawontulap karena kebaikan warganya yang senang membantu. (Maycle)
![]()





