
Manado, www.inspirasikawanua.com – Setelah melakukan inspeksi mendadak ke ritel, juga melakukan monitoring di pasar serta pemasok telur yang ada di Kota Manado dan sekitarnya serta mengunjungi gudang Bulog yang ada di Kota Bitung, personil Tim Terpadu Ketahanan Pangan Nasional menanggapi hasil temuan yang ditemui dalam kegiatan tersebut yang berlangsung selama dua hari.
Kepada media ini, Yudhi Harsatriadi Sandyatma selaku Direktorat SPHP, NFA mengatakan
Badan Pangan Nasional sebagai lembaga baru yang dibentuk berdasarkan PerPres Nomor 66 tahun 2021 bertugas melakukan beberapa akselerasi dalam rangka untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di seluruh NKRI.
“Kami Tim Ketahanan Pangan terpadu selama 2 hari ini di Sulawesi Utara sudah melakukan monitoring dan evaluasi secara umum ketersediaan bahan pangan tercukupi. Namun komoditas beras dan juga telur ayam mengalami kenaikan di beberapa ritel yang ada di Manado dan juga di pasar Bersehati,” ujar Yudhi saat diwawancarai, Selasa (27/12/2022) petang di Manado.
Menurutnya, komoditas beras dan telur ini mengalami kenaikan harga disebabkan para pelaku usaha ini memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru.
“Kami sudah mengimbau mulai dari tingkat produsen, distributor dan juga ritel hingga ke konsumen utamanya di pasar, bahwa momentum Natal dan tahun baru ini tidak seharusnya dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menaikkan harga komoditas beras dan telur tersebut,” tambahnya.
Badan Pangan Nasional sudah mengeluarkan peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2022 terkait dengan pengaturan bahan pangan pokok dan peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 11 Tahun 2022 tentang harga acuan pembelian di tingkat produsen dan konsumen sebagai acuan seluruh para pelaku usaha untuk komoditas kedelai, bawang merah, cabe merah keriting, cabe rawit merah, gula, telur ayam, jagung dan daging ayam di konsumen.
Yudhi juga menyatakan sedang mencoba untuk meminta anggaran tambahan agar bisa disetujui DPR sehingga bisa membuat cadangan pangan di seluruh Indonesia itu semakin kuat.
“Asumsinya dengan cadangan pangan yang kuat maka akan tercipta ketahanan pangan yang kuat, dan berharap bisa mendapat penambahan anggaran dari DPR agar bisa secara leluasa untuk melakukan improvisasi dan inovasi di tingkat pusat maupun di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota,” tandasnya.
Selain itu, Badan Pangan Nasional juga memperhatikan potensi penambahan anggaran khusus Sulut dimana langkah Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw yang mempercayakan Dinas Pangan Pemprov Sulut dipimpin Kadis Roike Kodoati mampu menekan inflasi jelang HBKN Nataru serta menjaga ketersediaan stok pangan, dan tetap melakukan pengawasan ketat agar harga bisa dikendalikan sesuai HET. (Maycle)
![]()





