Wagub SK: Kenaikan Harga Beras Fenomena Nasional, Tapi Jangan Ada Kongkalikong di Daerah

oleh
oleh

 

 

 

Manado, www.inspirasikawanua.com -Sebagai sumber makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Tentunya, kenaikan harga beras berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Termasuk, warga Sulawesi Utara (Sulut).

Untuk itu, meski melejitnya harga beras ini merupakan fenomena nasional.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), terus melakukan berbagai upaya untuk mengawal agar tak terjadi permainan harga di pasar-pasar daerah.

Apalagi, menjelang ibadah puasa bagi umat muslim yang perkiraannya dimulai antara tanggal 10 atau 11 Maret 2024 ini.
Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw mengatakan ada berbagai langkah yang akan dilakukan Pemprov Sulut.

Baca juga:  Wakil Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone Tegaskan Pelaksanaan Renja Harus Sesuai Aturan

“Salah satunya, operasi pasar penyediaan bantuan bahan pangan murah. Ada beberapa tempat yang akan dilaksanakan di pekan ini,” terang Wagub SK.

Lanjutnya, juga, tetap mengupayakan antisipasi dan kendalikan terjadinya kelonjakan kenaikan harga. Tapi yang utama ketersediaannya dulu.

“Sudah dibentuk tim untuk terus memonitor ketersediaan pangan dengan instansi terkait. Seperti bulog, pertamina, serta pasar – pasar di kabupaten kota. Mulai besok itu dilaksanakan, guna menyambut bulan puasa. Juga, agar kelonjakan harga pangan di Sulut bisa di monitor,” terangnya, saat diwawancarai sejumlah wartawan di lobi Kantor Gubernur Sulut, Selasa (5/3/2024).

“Kenaikan harga beras adalah fenomena nasional, tapi jangan lagi terjadi kongkalikong harga di daerah. Itu yang harus terus kita kawal,” tandas Wagub SK.

Baca juga:  Wawali Sualang Launching BIAN, 55.561 Anak Manado Siap di Imunisasi

“Kami tetap mengindentifikasi, mana daerah yang surplus mana yang tidak. Kita main di tingkat lokalan dulu. Makanya, harus diberi penguatan tentang koordinasi. Kalau tanpa koordinasi kita tidak tahu harganya, bisa saja berbeda – beda di tiap daerah. Kontribusi silang juga wajib dilaksanakan,” sambungnya.

Untuk itu, Wagub SK juga mengimbau kepada para kepala daerah di kabupaten/kota hingga kepala pasar se-Sulut untuk memonitor kepala-kepala pasar.
“Jangan sampai di tingkat pasar ini terjadi kongkalikong. Banyak kejadian, jauh hari sudah diikat oleh tengkulak – tengkulak. Peran kepala pasar juga itu penting,” tukasnya. (*)

Loading