Sudah Diambil Tindakan, BPBD Beber 17 Desa Terdampak Banjir Minut, Tersebar ke 4 Kecamatan, Liktim Mendominasi, Longsor dan Pohon Tumbang di Beberapa Titik

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Bencana alam yang terjadi di Wilayah Minahasa Utara (Minut) sudah terjadi selama 2 hari ini. Akibat curang hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan, banjir, longsor pohon tumbang bahkan sempat menutup akses jalan menuju Likupang.

Dari data yang dibeber Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara terdapat 17 desa yang mengalami bencana banjir, pohon tumbang 3 desa dan Longsor 4 desa dan semua tersebar di 4 Kecamatan yakni Likupang Timur, Likupang Selatan, Likupang Barat, dan Wori, ini datanya:

1.  Kecamatan Likupang Timur (7 Desa)

(1) Desa Rinondoran

(2) Desa Maen

(3) Desa Likupang Satu

(4) Desa Winuri

(5) Desa Kampung Ambong

(6) Desa Sarawet

(7) Desa Pinenek

2. Kecamatan Likupang Barat (2 Desa)

Baca juga:  Pacu Realisasi Anggaran, Pemda Diminta Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas

(1) Desa Maliambao

(2) Desa Termal

3.  Kecamatan Likupang Selatan (2 Desa)

(1) Desa Paslaten

(2) Desa Desa Batu

4.  Kecamatan Wori (6 Desa)

(1) Desa Bulo

(2) Desa Pontoh

(3) Desa Talawaan Atas

(4) Desa Lansa

(5) Desa Talawaan Bantik

(6) Desa Tiwoho

TANAH LONGSOR :

1.  Kecamatan Likupang Timur (1 Desa)

(1) Desa Marinsow

2.  Kecamatan Likupang Selatan (2 Desa)

(1) Desa Kaweruan

(2) Desa Kokoleh Dua  (3 titik)

3.  Kecamatan Likupang Barat (1 Desa)

(1) Desa Munte

POHON TUMBANG :

1.  Kecamatan Likupang Selatan (3 Desa)

(1) Desa Kaweruan

(2) Desa Paslaten

(3) Desa Batu

Sementara menurut Kaban BPBD Minut Theodorus Lumingkewas jika sudah berbagi tindakan yang diambil sesuai instruksi Bupati.

Baca juga:  4 Tahun Kepemimpinan VAP-Jo Banyak Menuai Prestasi

Tindakan yang sudah dilakukan :

1. Memberikan himbauan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

2. Melakukan penanganan pada bencana pohon tumbang, banjir dan tanah longsor bersama instansi terkait dan masyarakat setempat.

3. Membantu melakukan pembersihan.

4. Membantu evakuasi warga yang terdampak.

5. Mengatur lalu lintas kendaraan bersama masyarakat setempat.

4. Melakukan Assessment Data.

5. Menyiapkan dapur umum.

6. Mengungsi ke tempat ibadah, kantor Pemerintah atau ke rumah saudara.

Ditambahkan Kaban pihaknya bekerjasama dengan OPD terkait TNI, Polri, Lantamal VIII Manado, Basarnas, BPJN, Balai Sungai, serta Pemerintah Kecamatan dan desa-desa yang terdampak bencana juga bersama masyarakat dan para relawan. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP