Empat Pemuda Korban Insiden Kebakaran KM. Barcelona 5 Asal Ranoyapo, Mendapatkan Perhatian Dari Bung Mario

oleh
oleh

Minsel, www.inspirasikawanua.com – Usai tragedi Kapal KM. Barcelona 5 yang mengalami kebakaran pada saat melakukan perjalanan dari Talaud menuju manado, Empat pemuda asal Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang turut menumpangi kapal tersebut mendapatkan perhatian dari Bung Mario Felty Mandagie (MFM),  sebagai bagian dari rasa kemanusiaan dan kepedulian.

MFM sendiri merupakan sosok pemuda yang menjabat dalam beberapa organisasi, salah satunya se2bagai Wakil Ketua DPD KNPI Sulut. Mendapat informasi adanya korban kapal terbakar yang berasal dari Kabupaten Minsel, Bung Mario langsung bergegas menuju lokasi berkumpul keempat pemuda yakni Riklan, Valen, Hamdi dan Marcel yang berada di RM Panorama Bilangan Alar.

Kunjungan MFM tersebut sempat mengagetkan keempat pemuda karena tidak pemberitahuan apapun sebelumnya.

Setelah mereka tahu bahwa sosok tersebut mendekat dan menghampiri mereka, bermaksud memberikan perhatian lewat bantuan kemanusiaan atas insiden atau musibah yang menimpa mereka beberapa hari yang lalu.

Bung Mario yang duduk berhadapan dengan keempat korban itu, mengaku merasa empati dan peduli dengan tragedi memilukan itu.

Baca juga:  Diresmikan Bupati FDW, Suluun Tareran Kini Miliki Gedung Puskesmas Baru

Mario sendiri merasa bangga dengan kisah heroik yang dilakukan keempatnya saat menolong penumpang lainnya. Meskipun di tengah kondisi susah payah dihantam gelombang.

Seperti yang dikisahkan Hamdi. Hamdi bercerita, ditengah kepanikan dirinya masih sempat menggendong bayi tiga bulan yang dititipkan ayahnya lantaran panik.

“Bayi yang viral itu awalnya dititipkan ke saya. Tapi karena panik, saya memberikan kembali ke seorang ibu. Kemudian membantunya menurunkan bayi itu ke air,” ungkap Hamdi.

“Ada juga ibu-ibu yang kami tolong. Kami beri pelampung,” timpa dia.

Kisah heroik yang sama juga diungkap Riklan. Di tengah kondisi susah payah bertahan hidup, bertarung nyawa mereka berempat sempat-sempatnya memberikan pertolongan pada penumpang lainnya.

“Ada yang teriak-teriak butuh pertolongan kami berempat selalu sama-sama saling menolong. Meskipun sempat kehilangan keseimbangan dan hampir pasrah,” urai Riklan.

Mendengar cerita mereka Mario terkesan. Bagi Mario kisah-kisah heroik yang luput dari perhatian media justru memiliki tempat tersendiri.

Baca juga:  Sulut United Gelar Latihan Perdana Hadapi Musim Kompetisi Liga 2 2020, Ricky Nelson : Musim Ini Harus Lebih Baik Lagi

“Luar biasa perjuangan mereka. Ditengah kondisi bertaruh nyawapun masih bisa menolong orang lain,” tanggap Mario.

Apa yang dilakukan Mario ini kelihatan sederhana. Tapi hal yang sederhana itu sulit. Mario menunjukkan empati yang tinggi. Mendengarkan langsung pengalaman traumatik para korban. Dengan aksi ini, ia tak hanya memberikan bantuan secara materi tetapi juga dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang selamat dari bencana tersebut.

Selain mengajak makan siang dan berbagi cerita, Mario yang merupakan menantu Bupati dua periode Minsel Frangky Wongkar itu pun memberikan bantuan berupa pakaian dan uang tunai.

“Semoga ini bisa bermanfaat meringankan beban teman-teman,” harap Mario.

Aksi Mario ini sekaligus meneguhkan pesan kemanusiaan; bahwa kita tidak hidup di ruang hampa, tapi kehadiran kita harus memberi makna.

Bagi Riklan, Hamdi, Valen dan Marcel perjumpaan dengan Mario meninggalkan kesan mendalam. (FT)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP