Puluhan Siswa SMP 2 Airmadidi Diduga Keracunan MBG, Aktivis Desak Penutupan Dapur SPPG Airmadidi Atas dan APH Diminta Usut, Tirayoh: Anak-anak Jangan Jadi Kelinci Percobaan!!

oleh
Siswa SMP N 2 Airmadidi saat di RS Tonsea, Foto lain, Sekolah SMPN 2 Airmadidi, dan Dapur MBG SPPG Airmadidi Atas.
Siswa SMP N 2 Airmadidi saat di RS Tonsea, Foto lain, Sekolah SMPN 2 Airmadidi, dan Dapur MBG SPPG Airmadidi Atas.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com  — Puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi dikabarkan mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Airmadidi Atas. Insiden ini terjadi pada Rabu (26/11/2025) dan menimbulkan kepanikan karena bukan hanya siswa, tetapi sejumlah guru juga turut mengalami gejala keracunan.

Sebagian besar korban dilarikan ke RS Tonsea, sementara beberapa siswa lainnya dibawa ke RS Hermana Lembean untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan pengakuan sejumlah siswa, menu yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan adalah ayam swer-swer yang sudah berlendir saat disajikan.

Selain masakan yang dianggap tidak layak konsumsi, dapur penyedia MBG tersebut juga disebut-sebut memiliki standar kebersihan yang rendah. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa jenis buah-buahan untuk paket MBG bahkan diduga tidak dicuci sebelum dikemas.

Baca juga:  Gubernur Olly Ajak Kada Komit Bangun Pariwisata Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Sulut

Kondisi ini memicu kemarahan para orang tua dan memantik reaksi keras dari para aktivis.

Aktivis Minahasa Utara, Norris Tirayoh, mengecam keras insiden ini dan menuntut agar dapur SPPG Airmadidi Atas segera ditutup dan dievaluasi total.

“Nyawa anak-anak jadi taruhannya. Jangan jadikan mereka kelinci percobaan,” tegas Norris.

Noris Tirayoh
Noris Tirayoh

Ia juga mempertanyakan lemahnya pengawasan Pemkab Minahasa Utara atas program SPPG.

Menurutnya, sejak awal ia sudah memberikan peringatan mengenai potensi masalah sanitasi dan keamanan pangan, mengingat kejadian serupa telah terjadi di beberapa daerah lain.

“Kenapa Pemkab bisa kecolongan lagi? Seharusnya ada langkah antisipasi sejak awal,” tambahnya.

Baca juga:  Yang Lain 'Towo', Yulius Selvanus Komaling Tegaskan Hanya MJP-CK Satu Komando Bersama YSK-Victory dan Prabowo Subianto

Tidak hanya menyoroti kebersihan dapur, Norris juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut anggaran belanja dapur SPPG tersebut. Ia menduga ada kejanggalan dalam pengelolaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk menjamin kualitas makanan bagi siswa.

Para orang tua murid dan aktivis kini mempertanyakan sikap pemerintah daerah terkait kejadian ini. Mereka menuntut tindakan tegas, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang sedang berjalan maupun yang baru diusulkan di wilayah Minahasa Utara.

Tuntutan Tirayoh dan juga para orang tua siswa adalah harus ada pihak yang bertanggung jawab dengan insiden ini, dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, APH diminta segera usut. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP