Wakil Ketua BPD Pinilih Nyaris Dianiaya Adik Ipar Kumtua, Diduga Terkait Kasus Penyimpangan Dana BUMDes Pinilih Yang Bergulir Di Polres Minut

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Situasi memanas di Desa Pinilih setelah Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Marten Mengi dan salah satu tim pelapor Jemmy Kawulur nyaris menjadi korban penganiayaan. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh Dolfie Runtukahu, adik ipar Hukum Tua Desa Pinilih sekaligus suami dari Bendahara BUMDes, Sarce Longdong, yang saat ini tengah menghadapi pemeriksaan di Polres Minahasa Utara atas dugaan penyimpangan dana BUMDes.

Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya tensi seputar pengusutan dana BUMDes yang menyeret sejumlah nama penting di Desa Pinilih, termasuk istri pelaku. Menurut informasi yang dihimpun, pelaku diduga merasa geram karena istrinya saat ini dalam proses pemeriksaan hukum oleh pihak kepolisian.

Baca juga:  Ibadah Pra Natal Pemdes Kaleosan Dirangkaikan HUT Pernikahan Ke-15 Kumtua Frederico Kaporoh Berlangsung Meriah

Wakil Ketua BPD Pinilih, Marten Mengi, menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap upaya penegakan transparansi dan keadilan di desa.

“Kami nyaris menjadi korban penganiayaan hanya karena kami menjalankan tugas untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pengelolaan dana desa. Saya sangat menyayangkan tindakan ini. Saya sudah berkoordinasi dan akan segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Marten Mengi kepada media.

Ia menambahkan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan dan justru memperkeruh proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga:  Tyas Fatoni Ajak Kader PKK Sulut Jadi Pelopor AKB

Saat ini pihak korban telah menyiapkan laporan resmi ke Polres Minahasa Utara. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *