
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.comb – Kasus pencurian di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kian meresahkan masyarakat. Aksi kriminal tersebut belakangan ini bahkan menargetkan kantor-kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Setelah sekitar satu bulan lalu sejumlah barang elektronik dilaporkan hilang di beberapa perkantoran di sekitar Kantor Bupati Minut, kejadian serupa kembali terulang. Kali ini, pencurian terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Minut.
Kepala Disdukcapil Minut, Dudy Fatah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus pencurian itu kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
Namun demikian, publik menilai pengungkapan kasus pencurian di wilayah Pemkab Minut terkesan lamban. Hingga kini, kasus pencurian pertama yang telah dilaporkan sebelumnya belum juga menemui titik terang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, karena para pelaku dinilai masih bebas berkeliaran.
“Kalau dibiarkan begini, jangan-jangan ke depan bukan hanya kantor pemerintah yang jadi sasaran, tapi rumah-rumah kami sebagai warga. Bisa saja nanti ada korban,” ujar sejumlah warga Airmadidi saat dimintai tanggapan.
Masyarakat Minahasa Utara pun meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Minut, agar tidak menutup mata terhadap maraknya kasus pencurian tersebut. Warga membandingkan dengan wilayah lain yang dinilai mampu mengungkap kasus serupa dengan cepat.
Sorotan juga diarahkan pada pelaksanaan Operasi Lilin Samrat Polres Minut yang beberapa waktu lalu ditandai dengan apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Warga berharap kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial tanpa tindak lanjut nyata di lapangan.
“Jangan sampai apel pengamanan hanya formalitas. Kasus pencurian yang terus terjadi ini bisa mencoreng tujuan Operasi Lilin untuk menjamin rasa aman masyarakat,” ungkap warga.
Masyarakat pun mendesak Polres Minahasa Utara segera mengungkap kasus-kasus pencurian yang terjadi, agar memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus memulihkan rasa aman warga, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Josua)
![]()





