
Minsel, www.inspirasikawanua.com – Mimpi besar untuk menjadikan Minahasa Selatan sebagai destinasi ekowisata unggulan mulai terwujud. Bupati Franky Donny Wongkar, S.H., secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Desa Ekowisata Kapitu, sebuah proyek ambisius yang diharapkan dapat mengubah wajah pariwisata di wilayah tersebut. Acara yang berlangsung meriah di Pantai Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Desa Ekowisata Kapitu dirancang sebagai model pengelolaan pariwisata berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan. Dengan melibatkan langsung masyarakat lokal sebagai pelaku utama, diharapkan desa ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata baru, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.
“Kami ingin Kapitu menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat berjalan selaras dengan alam,” ujar Bupati Franky Donny Wongkar dalam sambutannya. “Pengembangan ekowisata ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Minahasa Selatan.”

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mendukung terwujudnya proyek ini. PT Cargill Indonesia, melalui program CSR-nya, telah memberikan kontribusi signifikan dalam rehabilitasi terumbu karang dan penanaman mangrove di area pesisir. Upaya ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Jerman melalui Global Nature Fund, yang memberikan bantuan teknis dan pendanaan untuk pembangunan fasilitas desa ekowisata. Sementara itu, Manengkel Solidaritas berperan aktif dalam memfasilitasi dan mendampingi kegiatan, termasuk memberikan bantuan alat kebersihan pantai dan peralatan kerja bagi BUMDes.
“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan proyek ini,” kata seorang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. “Kami berharap sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dapat terus berlanjut untuk mewujudkan visi Minahasa Selatan sebagai destinasi ekowisata yang berkelas dunia.”

Dengan dimulainya pembangunan fisik, Desa Ekowisata Kapitu diharapkan dapat segera menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik dan bertanggung jawab. Keindahan alam yang mempesona, keramahan masyarakat lokal, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan menjadi daya tarik utama yang ditawarkan oleh desa ini.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Kalvari Kapitu, Pendeta Meygie Torar-Mundung, M.Th.; para pejabat pimpinan tinggi pratama; jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan; perwakilan PT Cargill Indonesia Amurang; Perkumpulan Manengkel Solidaritas; Pemerintah Kecamatan Amurang Barat; Pemerintah Desa Kapitu; serta tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, BUMDes, kelompok masyarakat pengawas, kelompok mangrove, kelompok sadar wisata, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan dan harapan besar terhadap keberhasilan Desa Ekowisata Kapitu. (Fanly)
![]()





