Dari Tanah Rantau untuk Kampung Halaman: Gotong Royong Perantau, Pemdes dan Warga, Bangun Gapura Desa Paputungan

oleh
Gotong royong warga desa Paputungan bangun Gapura Desa.
Gotong royong warga desa Paputungan bangun Gapura Desa.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Pepatah lama mengatakan, “Selagi ada usaha, pasti ada jalan. Usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.” Kalimat penuh makna ini tampaknya sangat pantas disematkan kepada sejumlah warga perantau asal Desa Paputungan, Kabupaten Minahasa Utara, yang meski berada jauh dari kampung halaman, tetap menyimpan cinta mendalam bagi desa tercinta.

Salah satu sosok yang menjadi penggerak semangat tersebut adalah Richard Mukau bersama beberapa warga perantau lainnya. Dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab terhadap tanah kelahiran, mereka menggalang dana melalui donasi untuk membangun gapura masuk Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat.

Bagi mereka, gapura desa bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri di pintu masuk kampung. Lebih dari itu, gapura merupakan identitas desa, simbol kebanggaan dan harga diri masyarakat Paputungan. Ia juga menjadi tanda penghormatan kepada para leluhur yang telah merintis dan membangun desa hingga dapat berdiri dan berkembang sampai hari ini.

Dari hasil donasi yang terkumpul, pembangunan gapura tersebut kini telah mulai dikerjakan. Berdasarkan pantauan media ini, saat ini proses pembangunan sudah memasuki tahap awal berupa penggalian pondasi atau kaki ayam yang akan menjadi dasar berdirinya gapura di jalan masuk Desa Paputungan.

Baca juga:  Gubernur Olly Hadiri Vaksinasi Massal Untuk Pelajar dan Santri, Ketua DPR Launching Aplikasi Tangkal Covid-19 ID

Saat dikonfirmasi, Richard Mukau yang saat ini bekerja di Freeport Indonesia membenarkan bahwa proses pembangunan telah dimulai.

Menurutnya, dana yang dikumpulkan dari para perantau dan donatur kini sudah digunakan untuk memulai pekerjaan fisik di lapangan. Ia pun memperkirakan pembangunan gapura tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.

“Untuk estimasi pekerjaan, saya memperkirakan dua minggu sudah bisa selesai,” ungkap Richard.

Lebih jauh, Richard menegaskan bahwa niatnya bersama para perantau bukan semata membangun bangunan, melainkan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi desa yang telah membesarkan mereka.

“Selagi Tuhan masih kase napas kehidupan, saya akan membuat hal yang berguna, khususnya untuk Desa Paputungan,” ujarnya penuh haru.

Sebagai bagian dari panitia kecil yang dibentuk untuk pembangunan gapura desa, Richard juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Paputungan, khususnya Penjabat Hukum Tua Rustan Devie Tatumang beserta jajaran perangkat desa, BPD, dan seluruh masyarakat yang dengan tulus ikut ambil bagian dalam kerja bakti pembangunan tersebut.

Baca juga:  Bupati JG Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Minut 2025

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam proses pembangunan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Paputungan memiliki satu hati untuk membangun dan memajukan kampung halaman.

“Dari kebersamaan inilah terlihat bahwa kita semua memiliki satu hati untuk membangun kampung dan desa tercinta,” katanya.

Ia pun berharap setiap kebaikan yang dilakukan bersama akan menjadi berkat bagi semua pihak.

“Semoga setiap kebaikan menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati torang samua. ‘Paputungan Bangkit, Paputungan Bisa’,” tegas Richard penuh semangat.

Pembangunan gapura ini bukan hanya tentang sebuah gerbang desa. Ia adalah simbol harapan, kebersamaan, dan bukti bahwa sejauh apa pun langkah seseorang merantau, hati mereka tetap tertambat pada tanah kelahiran.

Desa Paputungan pun sekali lagi menunjukkan bahwa kekuatan terbesar sebuah kampung adalah persatuan warganya. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP