Bangun Sinergitas Bersama Stakeholders Dengan ‘No Negatif Thinking Dan No Eksklusif”, Kunci OD-SK Jaga Kerukunan Dan Toleransi Di Sulut

oleh -

Inspirasikawanua.com – Manado, “Sulawesi Utara menjadi Role Model daerah paling toleran di Indonesia. Kerukunan dan Toleransi di Sulawesi Utara dapat terjalin dengan baik, karena sinergitas yang dibangun sesama stakeholders,” demikian ungkapan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Toleransi Antar Umat Beragama yang digelar Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Novotel, Kairagi Manado, Kamis (03/10) di Manado.

Menurut Kandouw, “Masyarakat Sulut yang hidup saling berdampingan, tidak ada eksklusifitas daerah, dan berkat bantuan dari Badan Kerjasama antar Umat Beragama (BKSUA), sehingga kerukunan dan budaya kita tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.

Dilanjutkannya, “Menjadi tugas, ikhtiar kita bersama untuk terus mempertahankan toleransi demi Sulut semakin hebat, karena Torang Samua Ciptaan Tuhan,” katanya.

Wagub Steven Kandouw juga mengatakan, potensi radikalisme dan fundamentalisme berpotensi di semua agama dan bukan hanya terjadi pada suatu agama.

“Potensi radikalisme dan fundamentalisme harus diantisipasi oleh segenap pihak. Jadi sangat bagus di Sulut ini memiliki Badan Kerjasama Antara Umat Beragama (BKSAUA),” kata Wagub Kandouw.

Dalam kegiatan yang bertemakan Merawat Budaya Damai di Sulut Karena Torang Samua Ciptaan Tuhan, Wagub Kandouw dalam sambutannya dihadapan para pemuka agama menegaskan suatu kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Sulut karena merupakan role model daerah dengan toleransi terbaik di Indonesia.

“Ini menjadi kebanggaan kita semua dan wajib kita jaga terus,” ungkap Wagub Kandouw yang dikenal memiliki kemampuan sangat handal dalam retorika dan berpidato.

Menurut Wagub Kandouw, setiap manusia dikaruniai Tuhan Given, untuk menunujukkan kasih sayang terhadap sesama manusia.

“Nah, di Sulut ini dengan pendekatan dari Pak Gubernur Olly Dondokambey dan saya mendampingi, tidak ada pengkotak -kotakan, tidak ada eksklusifisme, tidak negatif thinking, tidak saling mencurigai sehingga tercipta suasana yang sangat harmonis di daerah ini,” tambah Wagub yang diketahui juga sangat loyal mengawal kebijakan Gubernur Olly Dondokambey.

Contoh nyata, lanjut putera terbaik Minahasa ini, dalam menghadiri pelantikan Ketua DPRD Sulut, Andre Angouw yang merupakan satu-satunya legislator beragama Kong Hu Cu terpilih sebagai Ketua Dewan di Sulut. Contoh lainnya, di Bolmut, Pak Chandra, Ketua Dewan satu-satunya beragama Kristen ditengah mayoritas muslim.

“Hal-hal ini mungkin bisa diadopsi pendekatannya di daerah-daerah lain. Terimakasih atas perhatian dan kehadirannya di Sulawesi Utara,” tutup alumnus Universitas Indonesia ini. (***/MS)

 618 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *