Diduga Ingin Tenggelamkan Isu Pengrusakan Mangrove, PT.BMW Rayu Pemkab Bagikan CSR Untuk Anak Sekolah 3 Desa Di Likbar

oleh
Diduga pengrusakan mangrove desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat yang dilakukan PT. Bhineka Manca Wisata (BMW).
Diduga pengrusakan mangrove desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat
yang dilakukan PT. Bhineka Manca Wisata (BMW).

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Belum lama ini sedang hangat-hangatnya pemberitaan terkait dugaan pengrusakan mangrove yang dilakukan, PT Bhineka Manca Wisata (BMW) yang menjadi pengelola proyek pendirian hotel di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat.

Bahkan PT BMW sempat tidak sadar membuka kedok sendiri atas kejahatan alam yang mereka lakukan. Dari Salah satu statemen pihak PT BMW yang dilempar di salah satu media dan pertemuan dengan Komisi II DPRD Minut, jika tidak semua kerusakan mangrove dilakukan PT BMW melainkan juga akibat abrasi pantai.

Dari pernyataan tersebut, ada yang perlu digaris bawahi yakni bahasa tidak semua kerusakan mangrove dilakukan PT BMW.

Baca juga:  Resmikan Pembangunan Luwansa Hotel, Wagub Kandouw: “Kehadiran Luwansa Hotel Bakal Gairahkan Pariwisata Sulut”

Berangkat dari pemberitaan tersebut, PT BMW diduga mulai menyusun rencana segera menutupi isu terkait pengrusakan mangrove tersebut.

Salah satunya dengan merayu Pemkab dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk memberikan CSR (Corporate Social Responsbility) PT BMW hanya untuk sekolah -sekolah yang ada di 3 desa sekitar yakni, Paputungan, Jayakarsa, dan Tanah Putih.

Berdasarkan hal tersebut, ormas Manguni Indonesia (MI) Minut dibawa Ketua Denny Prancis Watupongo menuturkan jika pihaknya akan ikut turun tangan dalam masalah pengrusakan mangrove yang diduga dilakukan PT. BMW.

“Berdasarkan pernyataan mereka (PT BMW) sama saja membuka aib sendiri. Jika dikatakan, tidak semua mangrove dirusak” itu artinya ada yang meraka dirusak.
Pasalnya, merusak mangrove adalah kejahatan alam yang sangat parah apalagi sampai melakukan reklamasi tanpa izin, sangat parah sekali,” beber Watupongo.

Baca juga:  Wagub Kandouw Tekankan Pentingnya K3 Bagi Perusahaan Dan Naker

Ditambahkannya, jika itu untuk membuat hotel kenapa harus merusak, harusnya
menjaga dan memperhatikan ekosistem alam yang ada. dan itu nantinya jika ekosistem rusak maka sangat berpengaruh kepada masyarakat. Semua aturannya jelas, melanggar berarti ada sanksi.

“Kami akan terus kawal masalah ini dan jika perlu kami akan melakukan aksi damai ke kantor Bupati untuk mengangkat masalah ini,” tegas Denny Prancis Watupongo.
(Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *