52 Ton Santan Kelapa Beku Minut Siap Diekspor Ke Cina Oleh PT SAB

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com

Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memang merupakan daerah primadona penghasil kelapa. Ini juga dibuktikan dengan adanya ekspor perdana 52 ton santan kelapa beku ke China oleh PT Suryapratama Agung Bahtera (SAB), Jumat (16/2/2023).

Acara pelepasan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minut, Ir Novly G Wowiling MSi, mewakili Bupati Joune JE Ganda SE MAP MSi MM.

“Kami sangat mengapresiasi PT Suryapratama Agung Bahtera yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujar Sekda.

Menurutnya, dengan adanya ekspor santan beku, memberi dampak positif terhadap petani, salah satunya adalah memperpendek siklus bagi petani untuk mendapatkan uang dari hasil bumi.

“Tak kalah penting adalah memberi kepastian pasar kepada para petani sehingga lebih mudah meningkatkan kesejahteraan lewat hasil perkebunan,” ujarnya.

Baca juga:  Tim Muaythai Sulut Berhasil Lampaui Target Medali di PON XX

Di satu sisi, dengan adanya kegiatan ekspor ini, semakin memberi peluang terhadap ekonomi Kabupaten Minut untuk lebih meningkat.

“Kita tahu bersama bahwa pandemi COVID telah melemahkan kegiatan ekspor seluruh dunia tak terkecuali Kabupaten Minut, sehingga dengan adanya kegiatan hari ini, menjadi sebuah harapan menjadi baik ke depan,” harap Sekda.

Sementara itu, Direktur Utama PT Suryapratama Agung Bahtera Victor Dinata mengatakan, untuk tahap awal ini pihaknya baru akan mengirim 1 kontainer ke China.

“Ini ekspor perdana, dan sebetulnya ada dua kontainer yang menampung produk kita hanya saja yang ready baru satu unit. Satunya lagi masih dalam perjalanan,” ujar Dinata.

Ia juga berharap langkah awal ini akan menuntun kepada capaian yang lebih besar lagi.

Baca juga:  Komite II DPD RI Kunker di Provinsi Sulawesi Utara, Upayakan Penyelesaian Permasalahan di KEK Bitung dan KEK Likupang

“Besar harapan kami boleh terus menjalin kemitraan yang baik dengan para petani kelapa di daerah ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minut, Ir Wangke Karundeng MAP, menyebutkan jika bahan baku santan beku di tanah bumi Klabat masih sangat melimpah.

“Kita punya kurang lebih tiga puluh enam ribu lahan kelapa yang sangat produktif,” beber Wangke.

Di samping itu, penyaluran bibit juga terus dilakukan setiap tahun.

“Ini artinya eksistensi bahan baku untuk santan beku masih terjaga ke depan,” terangnya sembari berharap lewat kegiatan ekspor ini, ekonomi para petani di Minut bisa semakin ditingkatkan. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *