Kadis Kelautan Perikanan Minut Gercep Atasi Permasalahan Tambak Udang Kema Satu

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com –  Dipercaya sebagai Kepala Dinas Kelautan Perikanan Minahasa Utara (Minut), Ryke A A Lucas ST,
lebih sering melakukan kerja-kerja lapangan atau turun lapangan (Turlap).

Kepada media ini, Kadis Ryke mengatakan, jika bukan baru kali ini dirinya seperti sekarang. waktu masih menjabat sekretaris dinas kelautan perikanan cara kerjanya pun sudah seperti ini.

Dikatakannya lagi, ia lebih banyak berada di luar ruangan karena memang tuntutan tugas dan tanggung jawab.

“Wilayah kerja kita di sini adalah kelautan dan perikanan yang sudah jelas-jelas mengharuskan kita ada di lapangan dan harus berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Di satu sisi, lebih banyak waktu berada di lapangan, akan lebih memudahkan pihaknya dalam menginventarisir setiap persoalan di lapangan.

“Termasuk mengetahui apa kebutuhan masyarakat sehubungan dengan program di sektor kelautan perikanan,” tuturnya.

Salah satunya, dia (Kadis) boleh langsung memantau sejauh mana progres serta realisasi setiap program yang sudah disusun.

“Seperti hal yang muncul di pemberitaan kemarin yang seakan-seakan menuding pemerintah daerah kurang peduli dengan kelompok budidaya. Dengan kegiatan kita yang lebih banyak di lapangan, kita jadi lebih mudah menindaklanjuti berita tersebut,” urainya.

Baca juga:  Selain Semprotkan Disinfektan, VAP Bagikan Masker, Vitamin C, Hand Sanitizer

Menurut kadis, jika berita itu dialamatkan kepada Pemkab Minut, jelas tidaklah tepat sasaran sebab yang berkegiatan di budidaya tersebut bukanlah warga Minut.

“Mana mungkin yang bersangkutan (petani tambak) bukan warga Minut, lalu mau menuntut perhatian dari kita (Dinas Kelautan Perikanan Minut)?” sindirnya.

Belum lagi, orang yang diberdayakan di usaha tersebut bukanlah warga Minut dan tidak membentuk kelompok kerja.

“Jelas itu tidak bisa, meski lokasi usahanya di Kabupaten Minut, tetap tidak bisa karena yang bersangkutan bukan orang Minut ditambah lagi tidak membentuk kelompok. Karena bantuan tidak bisa diberikan jika tidak diajukan atau di minta oleh kelompok,” terang Kadis.

Karena itu, Kadis berharap masyarakat tidak salah persepsi soal ini.

“Hampir tiap saat kami bersama tim ada di lapangan, jadi kalau ada hal yang perlu dipertanyakan, bisa langsung bertemu dengan kami,” imbuhnya.

Dikatakannya, Pemkab Minut di bawah kepemimpinan Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, MSi dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH, MH (JGKWL) selalu berusaha optimal membantu masyarakat baik nelayan maupun kelompok budidaya.

Baca juga:  Libatkan Ormas, LSM dan Pers, Bawaslu Minut Gelar Sosialiasi Tentang Peran Partisipatif Jelang Pilkada 2024

“Mulai dari bantuan sarana prasarana alat tangkap hingga benih ikan, tiap tahun kita salurkan kepada kelompok nelayan maupun kelompok budidaya. Tidak hanya sampai di situ, dalam pengoperasiannya pun selalu kita kawal di lapangan guna mencapai hasil yang optimal,” terangnya, sembari menegaskan, pihaknya tidak terima jika disebut kurang peduli dengan petani tambak.

Sekadar diketahui, belum lama ini beredar pemberitaan yang menyebutkan jika ada petani tambak udang di Desa Kema Satu, Kecamatan Kema, keluhkan sulitnya mendapatkan pakan udang. Mereka berharap ada perhatian pemerintah untuk bisa memperhatikan nasib mereka.

Nah, setelah ditelusuri tim Dinas Kelautan Perikanan Minut yang dipimpin langsung kepala dinas, didapati bahwa petani tambak ini bukanlah warga Minut. Mirisnya lagi, dalam kegiatannya, pihak pengelola usaha tidak melibatkan warga lokal alias menggunakan tenaga kerja dari luar Minut. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *