
Manado, www.inspirasikawanua.com – Penetapan Ganjar Pranowo (GP) sebagai Calon Presiden oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 21 April lalu merupakan sebuah proses panjang yang dijalankan oleh pimpinan partai berlambang Kepala Banteng tersebut.
Proses ini termasuk hasil survei bertahun-tahun dari berbagai macam lembaga survei yang independen.
Menurut Dosen Riset Pemasaran UNSRAT, Frederik Worang mengatakan bahwa PDI-Perjuangan bebas memilih calon presidennya, karena partai ini tidak perlu berkoalisi untuk mendapatkan kursi capres.
“Sangat independen, objektif dan berdasarkan survey Pimpinan PDI-P menentukan capresnya.
Soal reliability atau kepercayaan akan kebenaran suatu survey sangat tinggi karena survey diberlakukan berulang ulang oleh beberapa lembaga survey dan hasilnya tetap Ganjar teratas,” tutur Worang.
Begitu juga dengan validity atau alat ukur yang dipakai sudah valid.
“Dari segi kualitatif yang merekomendasikan adalah pimpinan partai dan “endorser” adalah Presiden Jokowi yang juga di calonkan lewat PDI-P. Jadi jelas PDIP adalah the President Maker,” tandas Worang. (*Maycle)
![]()





