
Minsel, www.inspirasikawanua.com – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) yang menyasar kawasan Pasar 54 Amurang dan salah satu pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kecamatan Amurang. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk antisipasi guna menjamin kelancaran penyediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (bapok) serta distribusi energi bersubsidi menjelang perayaan Pengucapan Syukur yang akan digelar secara meriah di seluruh wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Perayaan Pengucapan Syukur merupakan momen sangat penting bagi masyarakat Minahasa Selatan, di mana setiap tahunnya selalu diikuti dengan lonjakan permintaan terhadap berbagai komoditas strategis mulai dari bahan makanan hingga energi untuk keperluan memasak dan kebutuhan rumah tangga. Menilik kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar mengambil langkah proaktif jauh sebelum puncak perayaan tiba.
“Kita tidak bisa menunggu ada masalah baru mengambil tindakan. Perayaan Pengucapan Syukur adalah momen di mana seluruh keluarga berkumpul, dan kita sebagai pemerintah wajib memastikan bahwa setiap masyarakat bisa merayakannya dengan tenang tanpa khawatir kekurangan bahan kebutuhan atau kenaikan harga yang tidak masuk akal,” ujar Bupati saat memberikan arahan kepada rombongan setelah melakukan peninjauan di Pasar 54 Amurang.

Di kawasan Pasar 54 Amurang yang merupakan salah satu pusat perdagangan utama di wilayah kecamatan tersebut, Bupati beserta rombongan tidak hanya melakukan observasi dari kejauhan, melainkan langsung turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan para pedagang dan masyarakat yang tengah melakukan pembelian. Dalam dialog yang hangat dan akrab, Bupati menyampaikan perhatiannya terhadap kondisi ekonomi rakyat jelata, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang ada di lapangan.
“Saya ingin tahu langsung bagaimana kondisi harga beras, gula, minyak goreng, telur, dan berbagai bahan makanan pokok lainnya. Selain itu, saya juga ingin mendengar dari para pedagang terkait pergerakan pasokan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga ketersediaan barang di pasaran,” jelas Bupati saat berbincang dengan para pedagang sayuran yang telah berjualan di Pasar 54 selama lebih dari 15 tahun.
Selain memantau perkembangan harga dan ketersediaan komoditas, tim juga melakukan evaluasi terhadap daya beli masyarakat serta melakukan deteksi dini terkait potensi kelangkaan barang yang mungkin terjadi akibat lonjakan permintaan. Beberapa komoditas yang menjadi fokus pantauan antara lain beras jenis medium dan premium, gula pasir, minyak goreng kemasan dan curah, telur ayam ras, daging sapi dan ayam, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan lokal yang menjadi kebutuhan utama dalam menyajikan hidangan khas perayaan Pengucapan Syukur.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Minahasa Selatan yang juga mengikuti kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk melakukan koordinasi dengan berbagai pemasok besar dan petani lokal untuk memastikan pasokan yang cukup. “Kita telah menetapkan sistem pemantauan harga secara berkala dan memiliki mekanisme penyesuaian jika terjadi fluktuasi yang tidak wajar. Selain itu, kita juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian secara bijak dan tidak melakukan pemborosan atau penimbunan barang yang bisa menyebabkan kelangkaan,” ungkapnya.
Setelah melakukan pemeriksaan di pasar, rombongan segera melanjutkan kunjungan ke salah satu pangkalan LPG yang berada di wilayah Kecamatan Amurang. Sektor energi ini menjadi poin penting dalam sidak kali ini mengingat LPG bersubsidi merupakan kebutuhan esensial bagi sebagian besar rumah tangga di Kabupaten Minahasa Selatan, terutama untuk keperluan memasak hidangan khas dalam perayaan.
Di lokasi pangkalan LPG, Bupati secara langsung memeriksa sistem pengelolaan stok, proses distribusi, serta penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sistem verifikasi untuk memastikan bahwa LPG bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerimanya, tidak sampai tersalurkan ke pihak yang tidak berhak atau digunakan untuk kepentingan komersial yang tidak sesuai peraturan.
“Kita harus memastikan bahwa program subsidi dari pemerintah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap sistem distribusi dan penerapan harga harus dilakukan secara berkala dan menyeluruh,” tegas Bupati saat melihat langsung proses pengisian tabung LPG untuk masyarakat yang datang mengambilnya.

Pengelola pangkalan LPG tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya selalu menjalankan operasional sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami selalu memastikan stok LPG tersedia cukup, terutama menjelang musim perayaan seperti ini. Selain itu, kami juga melakukan pendataan dan verifikasi terhadap setiap pembeli untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan sidak yang sangat penting ini bukan hanya jajaran pemerintah daerah, melainkan juga seluruh komponen Forkopimda Kabupaten Minahasa Selatan yang menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kestabilan pangan dan energi bagi masyarakat. Di antaranya adalah Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H. yang menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam menegakkan peraturan dan menjaga ketertiban di pasar serta titik distribusi bahan kebutuhan pokok.
“Kami telah siapkan personel untuk melakukan patroli dan pemantauan di berbagai titik strategis, termasuk pasar-pasar dan pangkalan LPG di seluruh Kabupaten Minahasa Selatan. Tindakan tegas akan kami lakukan terhadap pihak yang berani melakukan penyimpangan seperti penimbunan barang atau penjualan di atas HET,” ujar AKBP David Candra Babega.
Turut hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Albertus Roni Santoso, S.H., M.H.; Rudolf Richo Okta Fauzan Susanto, S.H., hakim yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Amurang; Mayor Inf. Rekom Mulyadi, Perwira Penghubung Kabupaten Minahasa Selatan yang mewakili Dandim 1302/Minahasa; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Minahasa Selatan Irena Listianawati, S.ST., S.E., M.Si. yang memberikan data terkait perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan; serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Glady Kawatu, S.H., M.Si. yang menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintah telah siap bekerja sama untuk menyukseskan persiapan perayaan tahunan ini.
“Sidakan seperti ini bukan hanya sekadar bentuk pemeriksaan, melainkan juga bentuk komunikasi langsung antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui interaksi ini, kita bisa memahami lebih dalam kondisi yang terjadi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tambah Sekretaris Daerah Glady Kawatu.
Di akhir kegiatan, Bupati Franky Donny Wongkar mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pangan dan energi di Kabupaten Minahasa Selatan. “Kemenangan kita adalah ketika seluruh masyarakat bisa merayakan Pengucapan Syukur dengan penuh rasa syukur, tanpa kekhawatiran akan kebutuhan pokok. Untuk itu, mari kita bekerja sama, saling mengingatkan, dan menjaga agar semua berjalan dengan baik,” pungkas Bupati yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para pedagang dan masyarakat yang hadir di lokasi sidak.
Perwakilan masyarakat, Bapak Lukas Runtuwene, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. “Kami merasa diperhatikan dan merasa tenang mengetahui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan kita jelang perayaan. Semoga langkah ini bisa memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Minahasa Selatan,” ujarnya dengan senyum puas.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sidak ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan akan terus melakukan pemantauan secara berkala di berbagai titik strategis di seluruh wilayah kabupaten hingga puncak perayaan Pengucapan Syukur berakhir. Selain itu, juga akan dilakukan evaluasi berkala terhadap kondisi pasar dan distribusi energi untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang bisa mengganggu kestabilan kebutuhan masyarakat. (Fanly)
![]()





