Gelar Sosialisasi Implementasi Dengan Mengundang Pers dan Para Camat Ini yang Dipaparkan Bawaslu Minut, Salah Satunya Netralitas ASN

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar kegiatan sosialisasi implementasi terkait peraturan non peraturan penyelenggara Pemilu, dalam rangka pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD, Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota, Selasa (26/9/2023) Di hotel Sutan Raja, wilayah Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Terundang dalam kegiatan sosialisasi tersebut diantaranya para Camat, sejumlah Kepala OPD serta insan Pers.

Ketua Bawaslu Minut, Rocky M Ambar SH MH di awal pernyataannya menyebutkan sasaran utama yang hendak dicapai lewat kegiatan ini ialah terselenggaranya Pemilu yang berkualitas.

 “Hari ini kita kembali perkuat komitmen bersama untuk mengawal jalannya setiap tahapan Pemilu sehingga boleh melahirkan para pemimpin yang berkualitas,” kata Ambar.

Baca juga:  81 KPM Desa Libas Kembali Kecipratan BLT DD Triwulan 3 Tahun 2022

 Selain mengawal jalannya tahapan, ia juga mengajak semua elemen yang hadir dalam giat tersebut untuk sama-sama mengedukasi masyarakat perihal pentingnya mengambil peran dalam pesta demokrasi.

“Karena tingkat partisipan masyarakat merupakan salah satu indikator utama suksesnya Pemilu. Jadi, sekali lagi bukan soal sedikit banyaknya pelanggaran yang kita tangani, namun seberapa besar tingkat partisipan, itulah ukuran utama kesuksesan Pemilu,” terangnya sembari juga mengingatkan pentingnya netralitas ASN.

 Sementara itu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Waldi H Mokodompit, S.Pd, turut menyentil lebih dalam perihal regulasi serta netralitas ASN.

“ASN dilarang memberikan dukungan kepada calon anggota dewan, calon kepala daerah atau ikut kampanye atau menggunakan atribut partai,” tegas Mokodompit mengutip Pasal 5 PP 64 tahun 2021 tentang Disiplin ASN.

Baca juga:  KPU Minut Persiapkan Rapid Tes Bagi 4.284 KPPS dan Linmas

Ia berharap para ASN boleh menahan diri serta mampu mengedukasi masyarakat sehingga potensi-potensi pelanggaran boleh dieliminir.

“Akan jauh lebih baik jika komitmen menghadirkan pesta demokrasi yang berkualitas kita mulai dari diri kita masing-masing,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kegiatan ini turut menghadirkan 2 narasumber yakni Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sulut, Andre Nondong, yang mengulas soal kilas balik peralihan orde baru kepada demokrasi. Serta mengingatkan soal dampak negatif yang ditimbulkan ketika sistem demokrasi mulai menjurus ke liberal ala barat. Sementara itu, Narasumber satunya lagi yakni Akademisi Unsrat, Neni Kumayas, SIP, MA. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *