
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Berita kurang mengenakan terus menerpa dunia pendidikan Minahasa Utara seminggu belakangan ini. Kali ini kabar serupa juga datang dari wilayah Likupang Barat, tepatnya SD Inpres Maliambao.
Setelah sebelumnya diberitakan melakukan pungli terhadap siswa, oknum Kepsek berinisial SN ini ternyata melakukan hal yang sama terhadap guru di sekolah yang ia pimpin.
Kepada media ini, salah seorang guru yang minta namanya untuk tidak di publish mengatakan jika, di SD Inpres Maliambao selain banyak membebankan segala sesuatu pada orang tua siswa, yang diminta harus bawa ini itu saat kegiatan sekolah, bahkan sampai mengumpulkan uang dari para siswa, oknum Kepsek tersebut juga meminta uang kepada para guru sertifikasi saat mengurus gaji sertifikasi.
“Saat mengurus gaji sertifikasi kami langsung disodorkan amplop dan harus membayar Rp. 100.00 per guru,” beber Sumber yang juga guru di SD Inpres Maliambao.
Sementara itu Oknum Kepsek SN saat dikonfirmasi media ini lewat pesan singkat messenger membantah akan hal itu.
“Adoh nda betul bos, Iya..Bos …kita nda pernah minta sepeserpun berkaitan dengan apa yang diberitakan,” tulis Kepsek SN membalas pertanyaan media ini lewat pesan singkat messenger.
Atas hal tersebut aktivis Minut William Luntungan angkat bicara. Luntungan meminta instansi terkait menyeriusi masalah pungli di sekolah-sekolah saat ini.
“Bahkan jika memang kedapatan benar adanya Pungli, segera tindaki kalau bisa segera dicopot. Dan saya minta APH juga turun periksa masalah pungli yang merusak dunia pendidikan Minut,” tegas Luntungan. (Josua)
![]()





