Waduh!! Masyarakat dan Guru Mengadu, Ada Dugaan Penyelewengan Dana Bos di SD GMIM 60 Pinilih

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Hal yang kurang mengenakan terus menghantam wajah dunia pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara, mulai dari pungli di sekolah, hingga dugaan penyelewengan dana bos.

Kali ini dugaan penyelewengan dana bos datang dari SD GMIM 60 Pinilih, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

Kepada sejumlah media, masyarakat dan beberapa orang guru sekolah tersebut mengadu terkait dugaan penyelewengan dana BOS dengan laporan pertanggungjawaban fiktif yang dibuat oknum Kepsek Jastila Farantika Kamagi.

Frans Otta selaku masyarakat bersama beberapa guru di SD GMIM 60 Pinili,  Nortje Walukow, Melisa Tudus, Elsye Sumolang dan Leny Kapoyos mengatakan jika dugaan penyelewengan dana BOS datang dari rehab ringan ruang kelas.

Baca juga:  3.277 Calon Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN di Unsrat Wajib Segera Registrasi Ulang

“Dalam laporan pertanggungjawaban dana bos tahap satu terdapat foto seng, cat dan semen tetapi di sekolah tidak ada pekerjaan tersebut. Foto yang di sodorkan untuk pemeriksaan Inspektorat semuanya fiktif,” beber mereka sembari menyayangkan pihak inspektorat tidak turun memeriksa langsung melainkan hanya menerima laporan tersebut.

Dasar hal itu lima guru di SD tersebut melakukan mogok mengajar selama beberapa hari.

Sementara itu Kepsek Jastila Farantika Kamagi saat dikonfirmasi langsung terkait hal ini membantah hal tersebut.

“Saya sudah melakukan sesuai juknis dana BOS, untuk tahap satu sudah dicairkan dan sudah digunakan. Untuk fisik ada rehab ringan untuk ruangan dan itu ada.

Baca juga:  Rektor Ellen Kumaat Lantik Sejumlah Anggota Senat Unsrat serta Anggota Senat Fakultas dan Jabatan Tugas Tambahan

Kurang lebih seperti itu, lebih lanjut silahkan bertanya ke Inspektorat untuk tahap pertama,

Saya sudah menyelesaikan laporan dan sudah di periksa Inspektorat. Dan untuk tahap kedua dananya sudah cair dan masih berjalan hingga Desember nanti,” jelas Kamagi.

Sementara itu Kepsek menunjukkan ruangan yang di rehab ternyata hanya sebuah sekat ruangan dari triplek dan memang benar tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban yang menunjukkan foto seng dan cat, yang menandakan jika memang benar adanya dugaan laporan fiktif pertanggungjawaban dana BOS. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *