Masa Depan Politik JG Pada Pilkada Minut Diisukan Bakal Terancam, KIM Kans Usung MJP, Paket KWL-YT atau BK-Kevin Mencuat dan Mengerucut di PDIP

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Masa depan politik seorang Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE MAP MM MSI, terancam ‘yatim piatu’ alias tidak ada partai politik yang akan mengasuh menuju Pilkada Minut di tahun 2024 ini.

Isu ini mencuat setelah beredar kabar, bahwa besar kemungkinan PDIP akan mengusung paket bakal calon Bupati-Wakil Bupati Kevin William Lotulung (KWL)-Yessy Tulenan (YT) di Pilkada Minut. Atau dengan opsi lain Berty Kapojos (BK)- Kevin Lotulung.

Banyak spekulan yang timbul bahwa, hubungan Joune Ganda dengan PDIP mulai berjarak karena beberapa alasan yang sangat politis.

Pertama, JG dianggap tidak maksimal memperjuangkan kursi PDIP di Pemilu kemarin. Hal ini menyebabkan PDIP kehilangan kursi di beberapa daerah pemilihan.

“Sempat muncul tudingan bahwa beliau tidak fokus memenangkan caleg PDIP di dapil Kema-Kauditan yang memang berada di seputaran lokasi tinggal beliau,” ujar salah satu kader PDIP di Minut.

Kedua, JG tidak serius membantu Kristi Karla Arina (KKA) yang merupakan tokoh penting PDIP di Minut pada Pemilu lalu. Kegagalan KKA menjadi anggota DPRD Sulut juga dinilai sebagai wanprestasi JG.

Sementara itu, KKA bisa saja akan dilantik sebagai anggota DPRD Sulut Apabila PDIP mengusung Berty Kapojos ikut bertarung di Pilkada Minut.

Baca juga:  Mesin Partai Mulai di Panaskan, Konsolidasi Organisasi PDI Perjuangan se- Sulut bersama Capres Ganjar Pranowo

Opsi BK-KWL dapat membuka jalan KKA ke gedung cengkeh. Sehingga Kristi bisa mengikuti prosedur pergantian antar waktu (PAW). Sebaliknya, PDIP diperkirakan tidak akan menyelamatkan masa depan politik KKA jika kemudian ngotot harus mengusung JG lagi.

Saat bersamaan kondisi semakin parah karena elektabilitas JG menurut sejumlah tokoh Minut, merosot tajam seiring penurunan kinerja dan konsentrasi kerja.

“Hampir semua janji politiknya di Minut nol besar. Tidak terealisasi. Jadi wajar jika PDIP kemudian bisa mendepak JG dan mempersilahkan cari kendaraan lain,” singgung orang-orang PDIP.

Selain permasalahan pencapaian kursi legislative, hubungan JG dengan PDIP juga dikabarkan tidak alot sejak awal pelantikan.

Itu teridentifikasi dengan sempat memanasnya hubungan JG dan KWL dalam manajemen dan distribusi program di postur APBD Minut.

Kemudian timbul juga spekulasi bahwa JG tengah bergerilya di sejumlah partai politik untuk mengusung dirinya di Pilkada 2024 ini. Hanya saja isu ini langsung dimentahkan sejumlah personil Koalisi Indonesia Maju (KIM) karena alasan yang sangat prinsip. Bahwa JG adalah bagian resmi PDIP yang memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 14 Februari lalu.

Baca juga:  Pemdes Nain Lakukan PMT Lansia dan Berikan Susu Ke Bayi Balita, Ibu Hamil, Juga Salurkan Seragam Sekolah Bagi Siswa Berprestasi

“Itu mustahil. Baik Golkar, Gerindra, Demokrat maupun PSI atau Koalisi Indonesia Maju tidak mungkin memberi karpet merah untuk figur non koalisi. Karena pasca Pilpres, KIM masih melanjutkan komitmen kebersamaan untuk mengusung kader-kader sendiri di Pilkada. Nah informasi bahwa JG akan diusung Gerindra itu tidak mungkin. DPP pasti tau kader-kader potensial Gerindra di daerah,” ujar salah satu pengurus partai Gerindra Sulut.

Terpisah, Parpol dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) tampak makin mesra dan kompak. Para ketua-ketua partai kompak bersilaturahmi dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat Ramadhan terakhir dan open house Idul Fitri di Kartanegara Jakarta. Itu pun bersama Nasdem dan Perindo yang sedang merapat ke KIM. Pertemuan tersebut, terungkap dan terinformasi bahwa Koalisi besar kemungkinan akan mengusung Ketua PSI Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) sebagai bakal calon Bupati Minut. Dengan sinyalemen bahwa MJP akan maju di Pilkada Minut nanti, secara tidak langsung menutup akses JG ke partai-partai non-PDIP. (TIM Redaksi)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP