Warga Perum Agape Tak Diperhatikan, Krisis Air, Pembayaran Air Mahal dan Dugaan Pungli Siksa Rakyat, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Krisis Air yang terjadi di perum Agape Griya Tumaluntung yang dirasakan warga kian memperhatikan. Krisis air yang menurut informasi karena kerusakan mesin pada SPAM milik pemerintah yang dikelola pihak swasta dalam hal ini Developer Perum Agape, sudah hampir sebelum tidak kunjung diperbaiki.

Tidak hanya itu, selain krisis Air, warga perum Agape juga harus merasakan yang namanya pembayaran air yang mahal tidak sesuai ketentuan pemerintah. Padahal SPAM yang terdapat di perum Agape dibangun oleh uang rakyat dan saat ini seakan digunakan untuk memeras rakyat. Belum lagi dugaan pungutan liar yang dibalut dalam pemeliharaan lingkungan dan mengharuskan warga perum membayar puluhan ribu tanpa aturan jelas dan persetujuan pemerintah.

Baca juga:  Ishak Tambani Terpilih Ketua Tim Militan Pemenang Prabowo Subianto, 30 LSM Ormas Se Sulut Nyatakan Dukungan

Hal tersebut senada diungkapkan Bapak Berty Rumbayan salah satu warga yang tinggal di perum Agape Griya dan merupakan pengurus Lansia desa Tumaluntung.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pihak developer sudah sangat keterlaluan. Dirinya juga mengaku sering dimintai pembayaran yang diduga pungli untuk pemeliharaan lingkungan kendati disamarkan dengan memberikan diskon pada akhir struk pembayaran. Dirinya juga menyampaikan jika saat ini warga perum Agape sudah membuat petisi untuk menyurat resmi ke Pemkab, DPRD Minut, dan instansi terkait sebab selama ini pemerintah dinilai tutup mata dengan masalah ini.

Baca juga:  Didampingi OD-SK, Puan Tutup Ajang Promosi Potensi Daerah "Discover North Sulawesi"

“Saat ini sudah ratusan tanda tangan warga kami kumpulkan untuk dilampirkan dalam surat untuk Pemkab beserta poin-poin keluhan masyarakat. Tinggal itu jalan kami, sebab beberapa waktu lalu janji Bupati pak JG akan tindaklanjuti masalah di Perum Agape ternyata sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kami berharap pak Bupati dapat menindak tegas dan kalau bisa mengambil alih pendistribusian air bersih di perum Agape Griya, sebab sesuai aturan pengelolaan Air tanah tidak bisa dikelolah pihak swasta melainkan dikuasai penuh oleh negara dan dalam hal ini pemerintah,” beber Opa Berty sembari berharap pemerintah dapat segera mencarikan jalan keluar untuk masalah ini. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *