Terobosan Teknologi Cina untuk Mengalahkan Amerika Serikat

oleh
oleh

Penulis: Mychella A. Montolalu (Kelas A, BUD1102)

Dosen Pengampu : Roger Allan Kembuan SS, MA

ABSTRAK

Dalam beberapa dekade terakhir, Cina telah mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang teknologi, yang menjadikannya salah satu pemain utama dalam lanskap teknologi global. Terobosan-terobosan ini mencakup teknologi 5G, kecerdasan buatan (AI), pembayaran digital, e-commerce, dan energi terbarukan. Cina telah melakukan investasi besar-besaran dalam penelitian dan pengembangan, berusaha untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan tetapi juga melampaui Amerika Serikat sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi.

Penelitian ini mengeksplorasi berbagai terobosan teknologi yang telah dicapai oleh Cina dan menganalisis dampaknya terhadap persaingan global dengan Amerika Serikat. Teknologi 5G, dengan Huawei sebagai salah satu pemain utamanya, telah menempatkan Cina di garis depan dalam infrastruktur telekomunikasi. Kemajuan dalam AI, didorong oleh perusahaan-perusahaan seperti Baidu, Alibaba, dan Tencent, menunjukkan potensi besar Cina dalam mengubah berbagai sektor industri.

Selain itu, dominasi Cina dalam teknologi pembayaran digital melalui Alipay dan WeChat Pay, serta kepemimpinan Alibaba dalam e-commerce, menegaskan posisi kuat negara ini dalam ekonomi digital global. Investasi besar dalam energi terbarukan juga menunjukkan komitmen Cina untuk mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memimpin dalam inovasi energi.

Analisis ini juga mempertimbangkan implikasi geopolitik dari persaingan teknologi antara Cina dan Amerika Serikat, termasuk bagaimana terobosan teknologi Cina dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan global. Dengan memahami kemajuan teknologi Cina, kita dapat mengidentifikasi tren utama dalam inovasi teknologi global dan potensi dampaknya terhadap masyarakat internasional.

Melalui penelaahan yang komprehensif, artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana terobosan teknologi Cina membentuk persaingan global dengan Amerika Serikat dan implikasinya bagi masa depan teknologi dan hubungan internasional.

  1. PENDAHULUAN

Dalam beberapa dekade terakhir, Cina telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dan telah menjadi kekuatan ekonomi dan politik yang semakin dominan di tingkat global. Salah satu aspek yang paling mencolok dari kemajuan Cina adalah perkembangan teknologinya yang pesat. Dengan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan, Cina telah berhasil mencapai terobosan besar dalam berbagai bidang teknologi.

Salah satu target utama Cina adalah untuk mengatasi hegemoni teknologi Amerika Serikat dan menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi global. Untuk mencapai tujuan ini, Cina telah melakukan investasi besar dalam berbagai bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan, teknologi 5G, E-commerce, pembayaran digital, dan banyak lagi.

Tantangan utama bagi Cina dalam upayanya untuk mengalahkan Amerika Serikat dalam teknologi adalah memastikan bahwa mereka tidak hanya mengejar, tetapi juga menciptakan inovasi yang benar-benar baru. Cina telah berusaha untuk mengatasi ketergantungannya pada teknologi asing dengan mendorong pengembangan teknologi dalam negeri.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, Cina telah muncul sebagai pesaing serius bagi Amerika Serikat dalam perlombaan teknologi global. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa terobosan teknologi utama yang telah dicapai oleh Cina dan bagaimana hal itu mempengaruhi dinamika persaingan antara Cina dan Amerika Serikat.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
  • Teknologi 5G
  • Pengenalan Teknologi 5G

Apa itu 5G? 5G adalah generasi kelima dari teknologi seluler nirkabel yang menawarkan kecepatan unggah dan unduh yang lebih tinggi, koneksi yang lebih konsisten, dan peningkatan kapasitas dibandngkan jaringan sebelumnya. 5G jauh lebih cepat dan andal daripada jaringan 4G yang popular saat ini dan berpotensi mengubah cara kita menggunakan internet untuk mengakses aplikasi, jejaring social, dan informasi. Misalnya, teknologi seperti mobil yang berkendara secara otomatis, aplikasi game yang semakin canggih, dan media siaran langsung yang membutuhkan jaringan yang berkecepatan tinggi.

  • Peran Cina dalam Pengembangan 5G

Cina memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan teknologi 5G. beberapa Perusahaan teknologi Cina, seperti Huawei, ZTE, dan Xiaomi, telah menjadi pemimpin dalam pengembangan infrastruktur 5G dan perangkat yang kompatibel dengan teknologi ini. Pemerintah dan perusahaan Tiongkok telah melakukan investasi besar-besaran dalam penelitian dan pengembangan teknologi 5G. ini termausk investasi dalan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak.

Huawei, ZTE, dan Xioami adalah beberapa dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang memimpin dalan pengembangan teknologi 5G. Huawei, khususnya telah menjadi pusat perhatian karena mengembangkan beberapa solusi terkemuka dalam teknologi 5G.

Perusahaan Tiongkok, terutama Huawei, telah menjadi pemasok utama infrastruktur 5G di banyak negara di seluruh dunia. Meskipun ada kekhawatiran keamanan yang terkait dengan partisipasi Huawei dalam pembangunan jaringan 5G di beberapa negara barat, perusahaan ini tetap menjadi pemain utama dalam industri ini. Cina telah aktif dalam proses standarisasi 5G di tingkat internasional. Huawei telah memainkan peran penting dalam proses standarisasi dan telah berkontribusi pada banyak aspek teknologi 5G

  • Persaingan teknologi 5G Cina dengan Amerika Serikat

Saat ini perasingan Amerika Serikat dan Cina secara tidak langsung telah mengalami pergeseran kearah pertarungan dan penguasaan teknologi, salah satunya industri teknologi 5G. Hal ini sangatlah wajar karena ketergantungan dunia terhadap teknologi sangat kuat dari level individu sampai ke level negara. Dikutip dari beberapa sumber, teknologi internet 5G adalah generasi terbaru dari jaringan internet yang menjanjikan konektivitas dan kecepatan unduhan 10-20 kali lebih cepat daripada kecepatan internet yang tersedia sekarang serta pengunggahan data yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan koneksi yang lebih stabil.

Cina dan Amerika Serikat saat ini tengah dalam perlombaan untuk mengembangkan dan menyebarkan jaringan teknologi komunikasi 5G dunia. Cina telah berupaya untuk mendominasi secara global dalam teknologi ini, dan Amerika Serikat baru sadar akan kenyataan bahwa mereka berada dalam persaingan yang serius dan sementara Amerika Serikat masih jauh tertinggal dari Cina.

Saat ini, perusahaan Cina seperti Huawei sangat progresif dalam pengembangan industri 5G. Bahkan sebagian besar komponen ponsel yang ada didunia saat ini adalah buatan pabrik Huawei. Hal tersebut menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat sebagai negara yang tidak ingin kehilangan pengaruhnya di dunia internasional, siapa pun yang memimpin dalam sektor ini secara global kemungkinan akan memimpin di banyak sektor lain di masa depan. Hal lain yang menjadikan ini sangat penting sekali bagi negara Paman Sam adalah karena teknologi ini merupakan tulang punggung dari revolusi industri 4.0, dan akan menjadi landasan untuk mengembangkan apa yang dulunya merupakan fiksi ilmiah.

Baca juga:  Warga Desa Batu Ngamuk Segel Kantor Desa, Penjabat Hukum Tua Ferry Rotty Dipaksa Keluar Dari Balai Desa

Bagi Amerika Serikat, progresivitas yang sangat cepat bagi Huawei dalam pengembangan teknologi 5G tentunya menjadi sebuah ancaman. Pengenalan teknologi nirkabel 5G menjadi pintu masuk dan peluang bagi Cina untuk mencapai keunggulan dan dominasi atas negara-negara lain di dunia termasuk Amerika Serikat. Jika Huawei memenangkan persaingan untuk menerapkan 5G, internet yang diperkirakan pada tahun 2030 pada saat seluruh dunia sudah menggunakan teknologi tersebut akhirnya 10 tahun kedepan Amerika Serikat akan kehilangan tempatnya sebagai kekuatan serta teknologi terkemuka di dunia. Secara otomatis akan berdampak terhadap lika-liku Amerika di seluruh dunia karena akan sangat terkekang oleh keberadaan sistem teknologi komunikasi yang disediakan oleh Cina serta dikendalikan secara tunggal.

Kedepannya, persaingan antara Cina dan Amerika Serikat masih akan terus berlanjut. Metode persaingan keduanya pun tidak akan selalu mengandalkan kekuatan  militer dan ekonomi disaat negara-negara lain melakukan hal yang sama, yaitu penguatan di bidang militer dan ekonomi. Kebutuhan industri teknologi kedepan juga akan semakin kuat tingkat ketergantungan juga semakin tinggi. Wajar bila kedepan setiap negara akan berlomba menjadi pemegang paten teknologi.

  • Kecerdasan Buatan (Artifical Intelligence / AI)
  • Perkembangan AI di Cina

Cina telah membuat kemajuan pesar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan telah menetapkan tujuan ambisius untuk menjadi pemimpin global dalam bidang ini. Pemerintah Cina telah melakukan investasi besar-besaran dalam pengembangan AI sebagai dari inisiatif “Made in China 2025” dan “New Generation Artificial Intelligence Development Plan”. Investasi ini mencakup dana untuk riset, infrastruktur, dan pengembangan bakat. Perusahaan-perusahaan teknologi Cina seperti Alibaba, Tencent, Baidu, Huawei, dan SenseTime telah menjadi pemimpin dalam pengembangan AI. Mereka memiliki laboratorium riset dan pengembangan AI yang besar, dan terus mengembangkan aplikasi AI yang inovatif di berbagai bidang. Cina memiliki jumlah pengguna internet terbesar di dunia, yang menghasilkan jumlah data yang sangat besar. Ketersediaan data ini menjadi salah satu faktor kunci dalam pengembangan AI, dan Cina memiliki keunggulan dalam hal ini.

Cina menggunakan AI dalam berbagai bidang, termasuk e-commerce, perbankan, transportasi, kesehatan, dan industri manufaktur. Misalnya, penggunaan teknologi pengenalan wajah dan analisis data telah menjadi umum di Cina, baik untuk keperluan keamanan maupun komersial. Cina juga meningkatkan investasinya dalam pendidikan dan riset AI. Banyak universitas dan institusi riset di Cina memiliki program AI yang berkualitas tinggi dan menarik bakat-bakat terbaik dari dalam dan luar negeri. Meskipun Cina telah mengembangkan kemampuan AI secara mandiri, banyak perusahaan dan institusi di Cina yang melakukan kolaborasi dengan mitra internasional untuk memperluas pengetahuan dan akses ke teknologi terkini dalam bidang AI.

  • Investasi Cina dalam R&D (Riset and development) AI

Cina telah mengalokasikan jumlah yang signifikan dari anggaran R&D untuk mempercepat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir. Poin penting terkait dengan investasi Cina dalam R&D AI adalah, pemerintah Cina telah meningkatkan investasinya dalam R&D AI sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk memajukan ekonomi berbasis pengetahuan. Ini termasuk dana dari berbagai tingkatan pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Pada tahun 2017, pemerintah Cina mengumumkan rencana jangka panjang untuk mempercepat perkembangan AI di negara tersebut. Rencana ini mencakup target-target untuk pengembangan teknologi AI, investasi dalam riset dan pengembangan ekosistem AI yang kuat. Secara keseluruhan, Cina telah mengalokasikan sumber daya yang besar untuk mempercepat perkembangan AI, dan negara tersebut telah membuat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir dalam bidang ini. Dengan kombinasi dari investasi pemerintah dan swasta, serta dukungan untuk riset dan pengembangan dalam berbagai industri, Cina telah menjadi salah satu pusat utama inovasi dalam bidang kecerdasan buatan.

  • Potensi Persaingan Cina dengan Amerika Serikat dalam AI

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Cina semakin memanas, dan persaingan yang paling sengit adalah dalam bidang kecerdasan buatan. Hal ini bukanlah suatu kejutan mengingat potensinya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kedua negara serta meningkatkan keseimbangan geopolitik dan militer. Para eksekutif teknologi terkemuka Cina telah mengakui bahwa Amerika Serikat memiliki kenunggulan dalam sistem AI generative yang dapat menangani tugas-tugas kognitif kompleks dengan kecepatan kilat sebagai respons terhadap perintah sederhana. Upaya Washington untuk membatasi akses Cina terhadap chip kuat yang diperlukan untuk melatih model AI baru ini menunjukkan seberapa jauh Amerika Serikat akan mempertahankan keunggulannya.

Baik Cina maupun Amerika Serikat memiliki perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka yang aktif dalam pengembangan AI. Di Amerika Serikat, perusahaan seperti Google, Microsoft, Amazon, dan IBM memeiliki laboratoriun riset AI yang besar dan terus mengembangkan teknologi baru. Di Cina, perusahaan seperti Alibaba, Tencent, Baidu, dan Huawei juga aktif dalam riset dan pengembangan AI. Persaingan antara Cina dan Amerika Serikat juga terjadi dalam mennetukan standar internasional unutk teknologi AI. Kedua negara ini berusaha mempengaruhi proses standarisasi internasional untuk mempromosikan standar yang sesuai dengan kepentingan mereka. Baik Cina maupun Amerika Serikat menggunakan teknologi AI dalam berbagai bidang. Persaingan antara kedua negara ini juga terjadi dalam penerapan teknologi AI dalam sektor-sektor ini.

  • Teknologi Pengolahan Data Besar (Big Data)
  • Potensi Big Data di Cina

Cina adalah salah satu pasar paling menarik didunia untuk teknologi baru, termasuk big data. Cina memiliki 1.3 miliar pelanggan, yang pendapatannya meningkat pesat dan tingkat penetrasi internet seluler yang tinggi. Menurut pusat informasi jaringan internet Cina, negara ini memiliki 649 juta pengguna internet pada akhir tahun 2014, lebih dari dari 557 juta diantaranya menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Dan perusahaan-perusahaan, pemerintah, dan lembaga-lembaga penelitian semuanya mempunyai minat yang besar dalam memanfaatkan dan menganalisis sejumlah besar data yang dihasilkan oleh pengguna internet.

Baca juga:  Pemprov Sulut Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Jokowi - Amin Sebagai Presiden Dan Wapres RI Periode 2019 - 2024

Big data dimulai di Cina seperti halnya di barat, sebagai upaya untuk menggunakan informasi yang dikumpulkan situs web tentang pelanggan untuk menjual lebih banyak produk. Periklanan dan e-commerce masih menjadi penggunaan terbesar big data. Salah satu contoh paling awal adalah penggunaan data besar oleh Baidu di mesin pencariannya. Selain menyediakan hasil pencarian, Baidu menghasilkan uang dengan menjual iklan di sampingnya. Baidu akan memantau apa yang dicari penggunanya, dan kemudian membebankan biaya kepada perusahaan untuk iklan yang disesuaikan dengan aktifitas tersebut. Meskipun masing-masing perusahaan memiliki spesialisasi tradisional yang unik, Baidu dalam bidang penelusuran, Alibaba dalam e-commerce, dan Tencent dalam jejaring sosial. Ketiga perusahaan tersebut secara agresif berupaya memperluas wilayah masing-masing untuk memastikan investasi, akuisisi, situs e-commerce terbesar ke-2 di Cina. Untuk mengintegrasikan e-commerce kedalam aplikasi Tencent dan WeChat. Hal ini memungkinkan Tencent mengetahui apa yang dibeli dan dilihat pengguna di JD.com dan mengirimi mereka kupon secara real time.

  • Teknologi Energi Terbarukan
  • Perkembangan Energi Terbarukan di Cina

Cina telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam sektor energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir. Cina telah melakukan investasi besar-besaran dalam energi terbarukan, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Tenaga Angin, Hidro, dan Energi biomassa. Investasi ini didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Cina merupakan pasar terbesar untuk energi terbarukan didunia. Negara ini telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam kapasitas energi terbarukan, dan saat ini menjadi pemimpin global dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Tenaga Angin. Pemerintah Cina telah menetapkan target ambisius untuk pengembangan energi terbarukan. Misalnya, Cina berencana untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya hingga 400 giga watt (GW) dan kapasitas tenaga angin hingga 200 GW pada tahun 2030.

Cina juga telah menjadi pusat inovasi dalam teknologi energi terbarukan. Perusahaan-perusahaan Cina seperti Huawei, BYD, dan CATL telah menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi baterai, panel surya, turbin angin, dan teknologi energi terbarukan lainnya. Perkembangan energi terbarukan merupakan bagian dari strategi Cina untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim. Cina telah berkomitmen untuk mencapai puncak emisi karbon pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.

  • Investasi Cina dalam Energi Terbarukan

Pemerintah Cina telah menetapkan energi terbarukan sebagai salah satu prioritas utama dalam rencana pembangunan ekonomi jangka panjang. Sebagai bagian dari rencana ini, pemerintah telah mengalokasikan dana besar untuk investasi dalam pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Pemerintah Cina memberikan subsidi dan insentif fiskal bagi perusahaann dan individu yang berinvestasi dalam energi terbarukan. Subsidi ini mencakup tarif listrik yang dijamin untuk proyek-proyek energi terbarukan, insentif pajak, dan bantuan keuangan lainnya. Cina telah mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan energi terbarukan. Cina juga telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Negara ini telah menjadi pusat inovasi dalam teknologi baterai, panel surya, turbin angin, dan teknologi energi terbarukan lainnya. Investasi Cina dalam energi terbarukan juga merupakan bagian dari komitmen negara ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim.

  • PENUTUP
  1. KESIMPULAN

Cina telah menjadi pemimpin global dalam pengembangan teknologi 5G. Perusahaan-perusahaan seperti Huawei dan ZTE telam memainkan peran utama dalam pengembangan infrastruktur 5G, perangkat keras dan perangkat lunak terkait. Cina juga telah menjadi salah satu pasar utama untuk implementasi jaringan 5G.

Cina telah membuat kemajuan yang signifikan dalam bidang kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan-perusahaan seberti Alibaba, Tencent, dan Baidu telah mengembangkan teknologi AI yang canggih dalam berbagai aplikasi, termasuk pengenalan wajah, analisis data, layanan pelanggan, dan otonom.

Teknologi Big Data yang berkembang pesat dan berkurangya hak warga begara atas privasi keamanan data di Cina. Tinjauan terhadap inisiatif kebijakan besar Cina yang terkait dengan data besar menunjukkan bahwa banyak dari kebijakan tersebut mencerminkan minat khusus dari otoritas Cina, khususnya pasukan keamanan publiknya, dalam potensi menggunakan teknologi analitik berbasis data untuk pengawasan dan kontrol sosial yang lebih efektif dan eksentif. Cina adalah pemimpin global dalam pembangunan energi terbarukan. Termasuk energi surya, angin, hidro, dan biomassa.

REFERENSI

  1. Apa itu 5G?. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://aws.amazon.com/id/what-is/5g/#:~:text=5G%20adalah%20generasi%20kelima%20dari,peningkatan%20kapasitas%20dibandingkan%20jaringan%20sebelumnya.
  2. Xinhua (2023). Pembangunan jaringan 5G di China catat perumbuhan stabil. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://www.antaranews.com/berita/3836616/pembangunan-jaringan-5g-di-china-catat-pertumbuhan-stabil
  3. Pengembangan Jaringan 5G China tumbuh stabil (2023). Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://indonesiawindow.com/pengembangan-jaringan-5g-china-tumbuh-stabil/
  4. Adi Joko Purwanto, S.IP., M.A (2020). Perang teknologi 5G Tiongkok vs Amerika Serikat dalam Politkk Global Kontemporer. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://www.hubunganinternasional.id/main/blog/52?title=Perang+Teknologi+5G+Tiongkok+vs+Amerika+Serikat+dalam+Politik+Global+Kontemporer
  5. Sachin Waikar (2021). AI Report: Competition Grows Between China and the U.S. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://hai.stanford.edu/news/ai-report-competition-grows-between-china-and-us
  6. Siti Faridah, S.H. (2021). Artifical Intelligence: Kemunculan China sebagai pemimpin Global Artificial Intelligence. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://heylaw.id/blog/artificial-intelligence-kemunculan-china-sebagai-pemimpin-global-artificial-intelligence
  7. Jacob Stokes, Alexander Sullivan, & Noah Greene (2023). U.S.-China Competition and Military AI. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://www.cnas.org/publications/reports/u-s-china-competition-and-military-ai
  8. Jane Zhang & Jesse Levine (2023). Why AI is next Flashpoint in US-China Tech Rivalry. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://www.bloomberg.com/news/articles/2023-06-29/what-is-the-state-of-us-china-competition-in-ai
  9. Ana Swanson (2015). The Power of Big Data in China. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://english.ckgsb.edu.cn/knowledge/article/the-power-of-big-data-in-china/
  10. Lotus Ruan (2018). Big Data in China and the Battle for Privacy. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://www.aspi.org.au/report/big-data-china-and-battle-privacy
  11. Danur Lambang Pristiandaru (2023). Perkembangan energi terbarukan China mencengangkan, capai target 5 tahun lebih cepat. Diakses pada tanggal 4 Mei 2024 dari https://lestari.kompas.com/read/2023/07/01/090000886/perkembangan-energi-terbarukan-china-mencengangkan-capai-target-5-tahun

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *