
Manado, www.inspirasikawanua.com – Letnan Jenderal TNI (Purn.) Lodewyk Pusung mendorong lembaga adat maupun tokoh adat Minahasa untuk memberikan penghargaan khusus kepada para tokoh non-Minahasa yang dinilai berkontribusi besar dalam memajukan budaya Minahasa, khususnya musik kolintang yang kini tengah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi sejumlah figur yang selama ini bekerja keras memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa di tingkat nasional hingga internasional.
Menurut Jendral Lodewyk, banyak tokoh dari luar suku Minahasa yang secara konsisten memberi perhatian, tenaga, materi, serta pemikiran bagi pelestarian budaya daerah.
“Penghargaan ini penting sebagai ungkapan terima kasih serta dorongan moral bagi siapa pun yang mau dan telah berkontribusi bagi budaya Minahasa, tanpa memandang latar belakang suku,” ujar Lodewyk.
Ia menegaskan, pelestarian budaya merupakan kerja kolektif yang membutuhkan kolaborasi lintas komunitas dan daerah.
Dalam penyampaiannya, Jendral Lodewyk menyebut banyak sosok yang berperan penting dalam mendorong kolintang mendapatkan pengakuan UNESCO. Mereka antara lain:
*Penny Marsetio, Ketua Umum Pinkan Indonesia
*Laksamana TNI (Purn.) Marsetio, Ketua Dewan Pembina Pinkan Indonesia
*Purnomo Yusgiantoro, mantan Menteri di era Presiden SBY, bersama istri Lis Purnomo Yusgiantoro
*Annie Rachmat Sudibyo, istri Rachmat Sudibyo
*Letjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung, melalui Sanggar Limeka dan Pendamping Pinkan
*Olly Dondokambey, mantan Gubernur Sulawesi Utara
*Hilmar Farid, mantan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek
*Franki Raden, pendiri dan pemimpin Indonesia National Orchestra (INO)
*Dwiki Dharmawan, musisi dan komposer
*Paul Richard Renwarin, antropolog budaya
*Nani Suryo, Sekjen Pinkan Indonesia beserta jajaran DPP
*Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara sekaligus Ketua Pinkan DPD Sulut bersama jajaran
*Perry Rumengan, musikolog dan etnomusikolog Unima
*Bodewyn Grey Taluneeo, budayawan
Jendral Lodewyk juga menegaskan bahwa di antara tokoh-tokoh tersebut, banyak yang bukan berasal dari Minahasa, namun memberi dedikasi penuh demi perkembangan kolintang hingga mencapai pengakuan dunia.
Melalui usulan ini, Jendral Lodewijk berharap lembaga adat atau Tokoh adat Minahasa dapat merumuskan kriteria dan mekanisme penghargaan yang jelas sehingga menjadi wadah apresiasi resmi bagi mereka yang berperan dalam menjaga dan memajukan budaya Minahasa.
Menurutnya, sikap menghargai adalah bagian penting dari jati diri masyarakat Minahasa.
“Kita sebagai orang Minahasa harus tahu memberi, bukan hanya senang menerima,” tegasnya.
Gagasan Jendral Lodewyk tersebut mendapat respons positif dari berbagai pemerhati budaya yang menilai langkah ini dapat memperluas jejaring pelestarian budaya, sekaligus memotivasi lebih banyak pihak terlibat dalam pengembangan seni dan tradisi Minahasa. Terutama musik kolintang, yang kini semakin mendunia.
Dengan apresiasi yang lebih inklusif, diharapkan budaya Minahasa dapat terus berkembang dan dapat terus mendapatkan pengakuan lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional. (Josua)
![]()




