Kecelakaan Maut di Jurang Tareran: Tim SAR Gabungan Berhasil Selamatkan Dua Pemuda dari Maut

oleh
oleh
Keterangan Gambar: Korban kecelakaan di evakuasi tim SAR

Minsel, www.inspirasikawanua.com – Kecelakaan tunggal terjadi di Desa Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, pada dini hari tadi, mengakibatkan sebuah mobil terjun ke jurang sedalam 30-40 meter. Insiden ini terjadi akibat kabut tebal yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya. Insiden tragis ini menimpa dua pemuda asal Motoling, Rendy Tatara (29) dan Adi Rin dengan (29), yang tengah dalam perjalanan dari Tareran menuju Amurang.

Menurut keterangan yang dihimpun wartawan media www.inspirasikawanua.com dari berbagai sumber, kecelakaan bermula ketika mobil yang dikendarai Rendy memasuki wilayah dengan kabut tebal yang menghalangi pandangan. Kondisi jalan yang licin dan minimnya jarak pandang membuat Rendy kehilangan kendali atas kendaraannya, hingga akhirnya mobil tersebut terperosok ke dalam jurang yang cukup dalam.

“Saya sedang berada di dekat lokasi kejadian saat mendengar suara benturan keras,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. “Awalnya saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi setelah melihat ke arah jurang, saya melihat ada mobil yang sudah berada di dasar jurang.”

Saksi mata tersebut tanpa ragu segera menghubungi Pos SAR Amurang pada pukul 00.00 WITA untuk melaporkan kejadian tersebut. Respons cepat dari petugas SAR membuahkan hasil positif, dengan KPP Manado segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Amurang menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan.

Tim Rescue tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 00.30 WITA dan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polsek Tareran, Polres Minsel, dan masyarakat setempat. Kondisi medan yang curam dan minimnya penerangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melakukan evakuasi.

Baca juga:  Wali Kota Andrei Angouw Tinjau Aset Operasionalisasi PT. Air dan PDAM Manado

“Kami harus berhati-hati dalam melakukan evakuasi karena kondisi jurang yang sangat curam dan licin,” ujar Komandan Tim Rescue Pos SAR Amurang Steven Lumowa SIP, saat ditemui di lokasi kejadian. “Kami menggunakan peralatan mountaineering untuk mencapai dasar jurang dan mengevakuasi korban.”

Beruntung, salah satu korban, Adi Rin dengan, berhasil dievakuasi oleh masyarakat setempat sekitar pukul 00.45 WITA dalam keadaan selamat. Adi langsung dilarikan ke RSUD Amurang untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Namun, proses evakuasi Rendy Tatara berlangsung lebih dramatis. Korban terjepit di dalam kendaraan yang ringsek akibat benturan keras. Tim Rescue harus bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan Rendy dari dalam mobil dengan menggunakan peralatan khusus.

” Proses evakuasinya tidak mudah karena lokasi di dalam jurang dan kondisi hujan sehingga membutuhkan waktu untuk tim gabungan baik personil polres Minsel, Polsek tareran, masyarakat untuk mengevakuasi korban Rendy tatara sampai ke tempat yang aman.” ujar Danpos SAR Amurang Steven Lumowa

Baca juga:  Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni: Inmendagri No. 6 Tahun 2020 Menjadi Pedoman Penegakan Protokol Kesehatan

Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan Rendy dari dalam mobil pada pukul 02.30 WITA. Korban kemudian dievakuasi ke atas dengan menggunakan tandu dan segera dilarikan ke RSUD Amurang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami sangat bersyukur kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup,” ujar Lumowa, dalam keterangan persnya. “Ini adalah hasil kerja keras dan koordinasi yang baik antara tim SAR, kepolisian, dan masyarakat setempat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada bapak kapolres Minsel yang merespon cepat mengirim personil dan Masyarakat Tareran yang sudah ikut membantu saat melakukan evakuasi terhadap korban.” Tutup Lumowa

Setelah kedua korban tiba di RSUD Amurang, Tim SAR menyerahkan mereka kepada pihak keluarga pada pukul 03.10 WITA. Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 03.25 WITA.

Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di kondisi cuaca buruk dan jalan yang rawan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol saat berkendara dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. (FT)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP