
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (Purn) HOR Lodewyk Pusung, menegaskan bahwa setiap peserta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menerima porsi dengan takaran gizi yang telah disesuaikan berdasarkan jenjang usia dan kebutuhan masing-masing.
Penegasan tersebut disampaikan Pusung saat bertemu dengan sejumlah awak media di salah satu rumah makan di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, anak-anak mulai dari tingkat TK, SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, hingga SMP dan SMA, mendapatkan porsi yang telah diatur secara khusus dalam satu piring MBG setiap kali makan. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara proporsional sesuai tahap pertumbuhan mereka.
“Setiap jenjang memiliki takaran gizinya masing-masing dalam satu piring MBG. Semua sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan anak,” jelas Pusung.
Menjawab pertanyaan terkait penyaluran MBG saat sekolah libur pada hari Sabtu, Pusung menjelaskan bahwa jatah hari Sabtu tetap diberikan, namun disalurkan lebih awal, yakni pada hari Jumat.
Namun, bentuknya tidak lagi berupa nasi dan lauk pauk seperti hari biasa. Sebagai gantinya, anak-anak akan menerima paket yang terdiri dari susu dengan takaran 125 ml, telur, buah, serta roti. Ia menambahkan, roti tersebut dibeli dari pelaku UMKM setempat sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian lokal.
“Jatah Sabtu tetap diberikan, tetapi dalam bentuk yang berbeda agar tetap praktis dan tetap memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jenderal Pusung berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dapat bersama-sama mengawal dan menyukseskan program MBG. Ia juga membuka ruang evaluasi apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Jika ada kekurangan, silakan dilaporkan ke pihak terkait. Itu penting untuk evaluasi dan perbaikan program MBG ke depan,” tegasnya.
Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, Badan Gizi Nasional optimistis program MBG dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia. (Josua)
![]()





