
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com— Semangat gotong royong warga Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi sorotan publik setelah aksi swadaya memperbaiki jalan desa viral di media sosial pada 13 April 2026.
Gerakan ini bermula dari inisiatif masyarakat yang dimotori oleh Richard Anthony Mukau bersama Frangky Batasina melalui Komunitas Paputungan Bersatu. Berawal dari patungan dan donasi warga yang peduli terhadap kondisi infrastruktur desa, masyarakat secara mandiri melakukan perbaikan jalan masuk Desa Paputungan yang rusak dan berlubang.
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian luas setelah diunggah ke media sosial dan memicu dukungan dari berbagai pihak.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kecamatan Likupang Barat bersama Pemerintah Desa Paputungan turut ambil bagian dalam kerja bakti lanjutan yang dilaksanakan pada 15 April 2026. Perbaikan dilakukan dengan menambal lubang di sepanjang ruas jalan, mulai dari akses masuk hingga ke dalam desa, guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Meskipun sedang berada di luar daerah, Richard Mukau tetap memantau perkembangan kegiatan yang telah ia gagas bersama warga melalui koordinasi dengan Frangky Batasina, yang sejak awal terlibat aktif di lapangan serta terus memotivasi masyarakat untuk bersama-sama membangun desa.
Warga pun optimistis perbaikan jalan tersebut dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Paputungan pada 25 April 2026.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai sebelum HUT desa. Ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan masyarakat demi kemajuan desa,” ujar Richard.
Sementara itu, Camat Likupang Barat, Maikel Parengkuan, membenarkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti tersebut.
“Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa Paputungan bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti memperbaiki jalan berlubang, baik di jalan masuk maupun di dalam desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Minahasa Utara, sembari menunggu realisasi anggaran perbaikan jalan yang telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan direncanakan terealisasi pada awal tahun 2027.
“Langkah ini juga untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat jalan berlubang bagi masyarakat pengguna jalan,” tambahnya.
Aksi kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah ini menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam pembangunan desa, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian warga dapat mendorong percepatan pembangunan daerah. (Josua)
![]()





