ODSK Lanjutkan Program Strategis Bagi Masyarakat Sulut di Semester II Tahun 2022

oleh

Manado, www.inspirasikawanua.com – Semester Dua tahun 2022 dalam periode kedua masa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, keduanya kembali melaksanakan program kerja strategis berdasarkan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

V i s i: “Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dlm Ekonomi, Berdaulat dlm Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dlm Budaya.”

Misi:
Mewujudkan kemandirian ekonomi dgn memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman sebagai penjabaran provinsi kepulauan, serta mendorong sektor industri dan jasa.

Memantapkan pembangunan sumber daya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing.

Mewujudkan Sulut sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing.

Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi maju dan mandiri.

Memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur.

Mewujudkan Sulut yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Berikut ini program strategis ODSK yang dilakukan di semester II tahun 2022, diantaranya:

1. Gubernur Olly Dondokambey meresmikan jembatan gantung Kairagi-Weru, Manado, untuk menjawab harapan warga memiliki akses penghubung jembatan yang memadai, Selasa (16/8/2022).

Proyek pembangunan Jembatan Gantung di Kairagi Weru tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2021 dengan nilai Rp2.800.200.000.

Gubernur berharap Jembatan ini bisa dipergunakan serta dirawat oleh masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Olly juga turut membagikan bantuan sembako kepada warga sekitar.

2. Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Praseno Hadi memimpin Rapat Evaluasi Pembangunan KEK Industri Bitung dan KEK Pariwisata Likupang di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Selasa (4-10-2022).

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov mengingatkan agar kita lebih kuat dan bangkit bersama untuk tetap melanjutkan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat yaitu KEK Industri yang ada di Bitung dan KEK Pariwisata di Likupang.

“Dengan KEK ini sebenarnya siapa yang ingin berinvestasi baik itu barang-barang yang diimport akan mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah,” ucapnya.

“Ini semua efek buat Sulut. Kalau industri masuk, tenaga kerja banyak, outputnya juga banyak, nilai tambah untuk Sulut lebih banyak, pertumbuhan ekonomi lebih bagus dan masyarakat lebih sejahtera,” sambungnya.

Lebih lanjut Pj. Sekdaprov menyampaikan bahwa Gubernur Olly Dondokambey telah mengupayakan tambahan satu KEK Industri di Bolmong.

“Kalau segitiga ini (KEK Bitung, Likupang dan Bolmong) jalan semua, Saya yakin Industri di Sulut lebih maju, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan akhirnya masyarakat lebih sejahtera,” tandasnya.

Diketahui, percepatan KEK ini harus dilakukan mengingat masa waktu pembangunan sudah mendekati masa wajib beroperasi, apalagi KEK Pariwisata Likupang.

Sementara untuk KEK Industri Bitung, disampaikan bahwa telah beroperasi. Demikian juga dengan penambahan sarana infrastruktur sudah diajukan ke kementerian terkait agar bisa didanai dalam APBN 2023.

3. Gubernur Olly Dondokambey meresmikan penyelesaian pembangunan Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus (Rusus) pada Lingkup Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, yang diselenggarakan di Rumah Susun Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon, Jumat (4/11/2022).

“Kita juga berterimakasih kepada Presiden Jokowi, karena waktu beliau datang ke sini, saya minta ada kebutuhan-kebutuhan rumah susun bagi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan, yang pada akhirnya bisa terealisasi dan diresmikan,” kata Gubernur Olly saat membawakan sambutan.

 

Gubernur mengajak seluruh pihak terkait untuk mengoperasikan Rusun dan Rusus dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peruntukkannya.

“Saya kira apa yang sudah kita terima dari pemerintah ini harus dimanfaatkan dengan baik, agar sarana dan prasarana pembangunan ini bisa betul-betul digunakan dengan baik oleh pemakainya,” tandasnya.

4. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) Hasil Pembangunan Triwulan III Tahun 2022 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Utara di GKIC, Rabu (16/11/2022).

Gubernur Olly menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulut secara berkala setiap tahunnya melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan RKPD Kabupaten/Kota sebagai salah satu wadah untuk bersinergi melakukan penyelarasan program, kegiatan, proyek, target, lokasi, dan anggaran pembangunan daerah antara pemerintah Provinsi dan Kapubaten/Kota pada masing-masing bidang urusan pemerintahan.

Baca juga:  Peduli Kasih, PNTK Berbagi Pada Masyarakat Desa Klabat

Dilanjutkannya, atas laporan capaian dan permasalahan pembangunan dari Bupati/Wali Kota maka hal penting yang perlu digarisbawahi dalam menghadapi krisis ekonomi global di tahun-tahun mendatang yaitu inflasi.

”Inflasi di daerah kita yang rata-rata disebabkan oleh kelompok bahan makanan, maka ketersediaan dan distribusi barang terutama produk pertanian agar mendapat perhatian,” ucapnya.

Gubernur kemudian memaparkan enam aksi yang perlu dilakukan oleh masing-masing daerah dalam rangka pengendalian inflasi yang secara nasional terus dipantau, yaitu: melaksanakan operasi pasar; melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang; kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan; gerakan menanam; merealisasikan BTT; dan dukungan transportasi dari APBD.

Gubernur Olly juga menyampaikan program penghapusan Kemiskinan Ekstrim, dimana Pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrim nol persen pada tahun 2024.

Dan Gubernur berharap seluruh Kabupaten/Kota berperan aktif dalam upaya pencapaian target tersebut, dengan mendata kembali keberadaan masyarakat miskin di masing-masing Kabupaten/Kota, mencari tahu akar permasalahan penyebab kemiskinan ekstrim tersebut dan mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulanginya.

Terkait Ketahanan/Kedaulatan Pangan, Gubernur mentargetkan ke depan dapat bersama-sama mewujudkan Kedaulatan Pangan di Provinsi Sulawesi Utara dengan menggalakkan program Marijo Ba Kobong.

Memanfaatkan lahan-lahan tidur dan fokus untuk komoditi pangan lokal disamping tetap mempertahankan komoditi-komoditi ekspor, menambahkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk menggerakkan perekonomian daerah.

5. Gubernur Sulawesi Utara menghadiri Puncak Hari Anak Sedunia (HAS) Tahun 2022
dengan tema ”Building Digital Relience For ASEAN Children”, di Kawasan Megamas Manado, Minggu (20/11/2022) pagi.

Gubernur Olly Dondokambey bersama istri dan Wagub Steven Kandouw bersama istri mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga;

Gubernur Olly menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan Hari Anak Sedunia (HAS) di Provinsi Sulawesi Utara.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para Delegasi HAS Tahun 2022, Anak-Anak ASEAN yang hadir bersama Pendamping, baik yang hadir secara langsung/luring maupun yang hadir online/daring,” ucap Gubernur Olly.

Lanjut Gubernur, HAS menawarkan kepada kita, pintu masuk yang penuh inspirasi untuk mengadvokasi, mempromosikan dan merayakan hak-hak anak, untuk berdialog dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun dunia menjadi lebih baik bagi anak-anak.

Sementara itu Menteri Bintang Puspayoga menyatakan puncak peringatan HAS di Sulut adalah hari merayakan hak anak.

”Hargai pandangan anak dan partisipasi dalam upaya perlindungan, kami bentuk wadah partisipasi anak dalam pembangunan yakni forum anak sudah terbentuk di 33 provinsi untuk pemenuhan hak dan perlindungan,” tukas ibu Menteri usai kegiatan mengunjungi stand UMKM dilokasi kegiatan ditemani Ketua Tim PKK Sulut Rita Dondokambey Tamuntuan dan Kadis P3A Sulut dr Devi Kandouw Tanos.

6. Gubernur Sulawesi Utara melakukan Pengisian Air “impounding” tanda beroperasinya Bendungan Kuwil-Kawangkoan, Minahasa Utara. Gubernur Sulawesi Utara melakukan Pengisian Air di Bendungan Kuwil-Kawangkoan, Minahasa Utara, Jumat (25/11/2022).

Gubernur menekan tanda seremoni ditampungnya air dalam bendungan. Selanjutnya air dari Sungai Tondano mulai menggenangi bendungan.

Pengisian air atau tahap “impounding” ini merupakan tahap awal penyelesaian bendungan, dan ini menandai mulai beroperasinya bendungan tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly Dondokambey memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo dan Balai Sungai atas selesainya bendungan ini.

“Terima kasih kepada pak Presiden Joko Widodo yang begitu perhatian sehingga proses pembangunan lebih cepat dalam kurun waktu lima tahun. Kita juga bersyukur hari ini diberikan cuaca yang baik dan terima kasih serta apresiasi kepada Balai Sungai, ini menandai kesiapan bendungan beroperasi,” sambungnya.

Baca juga:  Badan Keuangan Pemkab Minut Turun Berikan SPPT Ke 10 Kecamatan Untuk Diteruskan Ke Desa-Desa

Tak lupa, Gubernur Olly juga menyampaikan penghargaan kepada segenap pemerintah desa dan masyarakat di sekitar bendungan karena sudah ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan bendungan.

“Dengan beroperasinya bendungan ini, maka membuat masyarakat Sulut merasa lebih nyaman karena salah satu fungsi bendungan ini adalah untuk mengendalikan banjir Kota Manado.

Bendungan ini dapat menampung 23 juta meter kubik air, yang juga berfungsi untuk penyediaan air baku dan potensi mengembangkan energi listrik, serta menjadi destinasi wisata.

Dalam kesempatan, Airlangga Wardjono, Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat SDA Kementerian PUPR RI mengatakan, bendungan ini merupakan proyek multiyears yang dibangun sejak 2016 dan selesai tahun 2022, dengan menghabiskan anggaran Rp 1,9 Triliun.

Bendungan ini bertujuan untuk memenuhi pilar sumber daya air yakni pendayagunaan air dan pengendalian data rusak air.

“Bendungan ini menyediakan air baku Manado, Minut dan Bitung serta KEK Bitung,” jelasnya.

Dimana air baku yang tersedia bisa dipenuhi 4,5 kubik per detik, dan pengendalian banjir 470 kubik per detik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setelah impounding tahapan selanjutnya yaitu pelaksanaan pencatatan dan analisis data instrumental bendungan, kemudian monitoring dan evaluasi Iklim cuaca yang tidak menentu.

7. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menjadi Inspektur Upacara dalam rangka HUT ke-51 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dirangkaian dengan mencanangkan Gerakan “Marijo Bakobong” dan “Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam” di Kawasan Perkebunan, Jl. Ir. Soekarno Kabupaten Minahasa Utara, Selasa 29/11/2022).

Gubernur Olly menyatakan peringatan hari menanam pohon di Indonesia yang tepatnya jatuh pada tanggal 28 November 2022 kemarin, merupakan suatu bukti perwujudan bahwa anggota KORPRI tidak hanya tulus melayani, namun juga bersinergi mendukung program-program pembangunan, pembangkit dan pemacu sektor ekonomi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan memperhatikan kelestarian alam serta tidak ragu berinovasi terlebih inovasi yang dapat mengakselerasi dan mendukung peningkatan kinerja.

“Dalam mengabdi, KORPRI tentunya bukan tanpa rasa, ini sesuai dengan tema yang diangkat pada hari ulang tahun KORPRI ke-51 yakni KORPRI melayani, berkontribusi dan berinovasi untuk negeri,” ujar Gubernur Olly.

Gubernur juga menyampaikan bahwa tantangan di daerah ini adalah agar KORPRI dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan dan berkontribusi dalam penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan bangsa.

“Kepada seluruh anggota KORPRI, tampilkan diri dan konstruktif dalam membangun etos kerja dan dedikasi yang tinggi, Selanjutnya KORPRI mampu terus berinovasi untuk negeri, termasuk juga merambat menjadi pelaksana dari program-program pemerintah di tempat-tempat saudara-saudara terjun langsung dengan praktek pertama masyarakat yang dilayani mewujudkan sasaran dari setiap inovasi maupun gerakan-gerakan yang sedang digalakkan seperti halnya gerakan marijo bakobong dan ASN menanam saat ini,” sambungnya.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan bahwa ASN berperan sebagai penggerak dalam kegiatan perekonomian Sulut, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan, dimana waktu menjadi stimulus upaya kita untuk lebih cepat dan bangkit dan lebih kuat dengan memanfaatkan lahan-lahan produktif di kawasan hutan dan di tempat-tempat dimana kemajuan-kemajuan dapat dipacu dengan kesuburan daerah, melalui program “Marijo Bakobong” yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut, di masa-masa pandemi Covid-19.

“Dan untuk memanfaatkan secara optimal, masyarakat diharapkan keterlibatannya dimana anggota KORPRI juga turut menjadi kunci penentu keberhasilan pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap potensi lahan produk yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita, kepada daerah Sulawesi Utara sambil tetap menjaga kelestarian alam,” lanjutnya.

Selanjutnya Gubernur Olly beserta seluruh peserta upacara melakukan penanaman, bahkan Gubernur pun melakukan penanaman bibit buah-buahan, diantaranya bibit kelapa dan durian. (Advertorial Dkips-Ik)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP