
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Kasus viral di Media Sosial tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) terhadap Kapten dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian dan respon dari Gabungan Ormas Adat Minahasa yang diketuai Tonaas Ishak Tambani.
Menurut Ishak, jika gabungan Ormas Adat Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) sangat prihatin terhadap insiden tersebut dan berharap agar persoalan ini segera tuntas tanpa meninggalkan luka mendalam pada para korban.
“Sebagai sesama orang Sulut, saya sangat prihatin dengan apa yang dialami saudara-saudara saya dari Sangihe, dimana seharusnya insiden tersebut tidak terjadi apabila semangat ‘Torang Samua Basudara’ tetap dijunjung tinggi,” ungkap Ishak Tambani mewakili Gabungan Ormas Adat Minahasa pada Sabtu sore (07/10/2023).
Gabungan Ormas Adat Minahasa juga mengapresiasi gerak cepat serta sikap tegas yang diambil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII, Laksamana Pertama TNI Nouldy J Tangka, dan berharap Kapten dan 3 ABK bersama keluarga boleh mendapat keadilan sebagaimana yang mereka harapkan.
“Kami sangat mengapresiasi tindakan tegas Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Nouldy J Tangka yang langsung merespons permasalahan tersebut. Semoga insiden ini menjadi yang pertama dan terakhir di bumi Nyiur Melambai yang juga dikenal dengan semboyan “Torang Samua Ciptaan Tuhan,” ucap Ishak Tambani.
Sembari menambahkan jika negara kita ini adalah negara hukum, dan semua orang sama di mata hukum.
“Kami Ormas Adat Minahasa bersama LSM akan turus memantau kasus ini sampai tuntas hingga para korban mendapatkan keadilan,” tutup Tonaas Ishak Tambani. (Josua)
![]()





