
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kembali melanjutkan program Keluarga Berencana (KB) pada tahun 2026 ini dengan berbagai kemudahan dan insentif bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DPPKB Minahasa Utara, dr. Stella Safitri, M.Kes, saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (22/1/2026).
Menurut dr. Stella, program KB tahun ini tetap menyasar seluruh warga di 10 kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara, dengan layanan KB gratis yang meliputi KB Suntik, KB Implan, dan KB IUD.
“Program KB ini tetap kami laksanakan secara menyeluruh dan gratis bagi masyarakat, sebagai upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar dr. Stella.
Menariknya, DPPKB Minahasa Utara memberikan insentif berupa uang pengganti biaya transportasi sebesar Rp100.000 serta makanan kotak bagi warga yang bersedia mengikuti program KB tertentu.
Namun demikian, dr. Stella menegaskan bahwa uang pengganti bensin hanya diberikan kepada peserta KB Implan dan KB IUD, sementara peserta KB Suntik tidak mendapatkan insentif uang jalan, meskipun tetap memperoleh layanan KB secara gratis.
“Insentif ini khusus untuk KB Implan dan IUD. Tujuannya untuk mendorong masyarakat memilih metode kontrasepsi jangka panjang,” jelasnya.
Untuk mengikuti program KB tersebut, warga diminta melapor terlebih dahulu kepada pemerintah setempat, bidan desa, atau mendatangi balai penyuluhan KB yang ada di setiap kecamatan. Proses pelayanan KB nantinya dilaksanakan di puskesmas setempat.
Selain itu, DPPKB Minahasa Utara juga menerapkan sistem jemput bola dengan menurunkan langsung tim medis menggunakan bus mobil unit pelayanan KB bantuan DAK fisik fasilitasi kemendukbangga/ BKKBN, guna menjangkau masyarakat hingga ke seluruh kecamatan di Minahasa Utara.
“Kami ingin memastikan semua warga mendapat akses pelayanan KB yang mudah, aman, dan nyaman,” tutup dr. Stella. (Josua)
![]()





