Klarifikasi Aksi Demo Di Mapolda Sulut: Rektorat Unsrat Bantah Tudingan Rektor Lakukan Korupsi. MPM dan BEM Sepakat Tak Ada Mahasiswa yang Terlibat

oleh

Manado, www.inspirasikawanua.com – Menyikapi aksi unjuk rasa di Polda Sulut yang diduga dilakukan oknum dosen serta mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado beberapa waktu lalu yang salah satunya menuding Rektor melakukan korupsi, pihak rektorat berencana untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari para tenaga pendidik yang terlibat dalam aksi tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Unsrat, Dr. Ralfie Pinasang dalam konferensi pers pada Selasa (5/5/2026) di Rektorat Unsrat. Menurutnya, pihak kampus telah melakukan penelusuran internal terkait informasi vidio yang beredar di publik, bahwa demo melibatkan dosen dan mahasiswa.

“Kami sudah melakukan koordinasi serta mempelajari vidio yang beredar, tidak ditemukan adanya keterlibatan mahasiswa aktif dalam aksi yang menuding bahwa Rektor Unsrat melakukan korupsi, melainkan alumni. Namun ada beberapa oknum dosen yang hadir dalam aksi itu,” ungkapnya.

Pinasang menuturkan, bahwa para mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku. “Apabila akan melakukan demo, maka setiap bentuk aksi harus melalui prosedur perizinan resmi,” jelas Pinasang.

Baca juga:  Pertemuan Dewan Gereja-Gereja Sedunia Resmi Ditutup, Wagub Steven Kandouw Turut Promosikan Potensi Sulut

Ia menegaskan jika terbukti ada yang melanggar aturan, maka akan ada sanksi disiplin.

Selanjutnya terkait adanya keterlibatan oknum dosen dalam aksi tersebut, pihak Unsrat akan mengacu pada ketentuan disiplin aparatur sipil negara, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS.

“Pihak rektorat akan melakukan klarifikasi terhadap dosen yang diduga hadir dalam aksi tersebut dan  akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” terang Pinasang.

Senada, Wakil Rektor II Unsrat, Ir. Royke I. Montolalu, SPi Sc menambahkan bahwa dalam aksi tersebut terungkap sejumlah persoalan yang diangkat menjadi isu termasuk sertifikasi dosen (serdos), tetap diproses sesuai ketentuan administrasi.

“Serdos adalah hak dosen yang telah memenuhi syarat. Proses administrasinya tetap berjalan dan pasti akan dibayarkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsrat, Jastin Anlo bersama Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul menyatakan bahwa tidak ada mahasiswa Unsrat yang terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga:  Maksimalkan Potensi Ekspor Udang Vaname, LPEI Resmikan Desa Devisa Klaster Udang Jembrana

Menurut mereka, secara kelembagaan telah melakukan koordinasi internal organisasi, bahwa tidak ada mahasiswa Unsrat yang terlibat dalam aksi tersebut.

Senada dengan itu, Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul, juga memastikan bahwa tidak ada mahasiswa aktif yang terlibat dalam aksi demo di Polda Sulut.

“Kami menyatakan dengan tegas tidak ada keterlibatan mahasiswa Unsrat. Kami sebagai mahasiswa tetap berdiri di tengah isu masyarakat. Kalaupun ada keanggotaan organisasi mereka yang turun aksi, itu atas individu tidak ada kaitannya dengan BEM Unsrat,” tandasnya.

Dalam konferensi pers klarifikasi pihak Unsrat atas demo di Polda Sulut ini, tampak hadir WR 3 Dr. Ralfie Pinasang, S.H., M.H., WR 2 Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi, M.Sc., Ketua BEM Solideo Saul, Ketua MPM Justin Anlo, Humas Unsrat
Drs. Philep Morse Regar, MS. (*/MS)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP