
Minsel, www.inspirasikawanua.com – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan masyarakat, sekaligus menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Farry Repi, warga dari Keluarga Repi–Sangkoy, yang meninggal dunia akibat peristiwa perselisihan antarkelompok yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam suasana yang penuh haru dan kekhidmatan, Bupati Franky Donny Wongkar hadir langsung didampingi seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minahasa Selatan untuk menghadiri ibadah pemakaman almarhum yang dilaksanakan di Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, pada Minggu (2/8/2026). Kehadiran pimpinan daerah ini bukan sekadar kehadiran seremonial, melainkan wujud nyata empati, kepedulian, dan kebersamaan pemerintah daerah di tengah keluarga yang sedang ditimpa musibah kedukaan yang mendalam.

Ibadah pemakaman dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Betlehem Ranomea, Pdt. Friska Heydemans, M.Th. Di hadapan keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kelurahan Ranomea dan sekitarnya, ibadah berlangsung dengan penuh doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum. Suasana duka begitu terasa menyelimuti lokasi pemakaman, seiring dengan rasa kehilangan yang mendalam, namun juga diiringi harapan agar peristiwa menyedihkan ini menjadi titik tolak bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih menguatkan tali persaudaraan.
Wujud Kepedulian Pemerintah: Santunan Dana Duka Diserahkan Langsung
Pada kesempatan yang penuh makna tersebut, Bupati Franky Donny Wongkar secara simbolis menyerahkan santunan dana duka kepada keluarga almarhum. Penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda dan para pejabat pemerintah daerah. Bupati menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, yang diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus sedikit meringankan beban berat yang sedang dipikul oleh keluarga yang ditinggalkan.
“Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdiri bersama keluarga besar Repi–Sangkoy. Kami turut merasakan kesedihan ini. Santunan ini adalah ungkapan kasih sayang dan perhatian kami, semoga dapat sedikit meringankan beban dan menjadi kekuatan bagi keluarga dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Bupati Franky di sela-sela prosesi pemakaman.

Bupati juga mendoakan agar almarhum Farry Repi mendapatkan tempat terbaik di hadirat Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikaruniai kekuatan, ketabahan, dan penghiburan yang melimpah dari Sang Pencipta.
Pesan Penting: Jadikan Peristiwa Ini Pembelajaran Bersama
Di hadapan masyarakat yang hadir, Bupati Franky Donny Wongkar menyampaikan pesan yang sangat mendalam dan penting. Ia menegaskan bahwa peristiwa perselisihan antarkelompok yang menyebabkan meninggalnya almarhum Farry Repi harus dijadikan pembelajaran bersama bagi seluruh masyarakat Minahasa Selatan agar kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa mendatang.
“Peristiwa ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Hilangnya nyawa seorang saudara kita adalah kerugian besar bagi keluarga dan juga bagi kita semua sebagai masyarakat Minahasa Selatan. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan atau permasalahan apa pun diselesaikan dengan cara-cara yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Bupati Franky.

Ia kemudian mengimbau seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan semangat saling menghormati serta saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan pendapat atau kepentingan, kata Bupati, adalah hal yang wajar dalam bermasyarakat, namun penyelesaiannya harus selalu mengedepankan dialog, musyawarah, dan jalan damai.
“Setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui jalur musyawarah dan dialog. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan kita. Dan yang paling penting, serahkan segala proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang, agar penanganannya berjalan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Forkopimda dan Pemerintah Daerah Komitmen Jaga Keamanan
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bersama seluruh jajaran Forkopimda juga mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, menjaga ketertiban umum, dan memelihara keamanan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama agar wilayah Minahasa Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.

Turut hadir mewakili unsur Forkopimda dalam kegiatan ini adalah Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H.; Komandan Koramil (Danramil) 1302-14 Amurang, Lettu Inf. Jantje Marthen Wulur, yang mewakili Komandan Kodim 1302/Minahasa; serta Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sonny Makaenas, A.P., S.IP., M.Si.
Selain itu, hadir pula para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Camat Amurang Timur, Lurah Ranomea, serta seluruh perangkat kelurahan setempat. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap setiap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat, serta tekad yang kuat untuk memastikan bahwa kerukunan dan keamanan di Minahasa Selatan tetap terjaga dengan baik.
Di akhir kegiatan, seluruh jajaran Forkopimda dan pemerintah daerah kembali menyampaikan belasungkawa yang paling mendalam kepada Keluarga Besar Repi–Sangkoy. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum beristirahat dengan tenang dalam damai abadi, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan serta ketabahan yang tak terhingga.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berjanji akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, dan mempererat persaudaraan antarwarga, demi mewujudkan Minahasa Selatan yang maju, aman, damai, dan sejahtera bagi semua. (Fanly)
![]()




