Desa Kapitu Siap Menjadi Permata Ekowisata Sulawesi Utara: Menyambut Kunjungan Menteri Pariwisata RI

oleh

Minsel, www.inspirasikawanua.com – Semangat dan kesibukan terasa menyelimuti Desa Wisata Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Pada Jumat pagi yang cerah ini, Pusat Informasi Desa Wisata Kapitu menjadi saksi pentingnya langkah strategis pengembangan pariwisata daerah, saat Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., bersama Wakil Bupati, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., menerima kunjungan kerja resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan meninjau kesiapan serta perkembangan ekowisata di desa tersebut, sekaligus mematangkan persiapan menyambut kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin pemerintahan, melainkan momentum bersejarah yang menegaskan posisi Desa Kapitu sebagai salah satu destinasi unggulan yang tengah disiapkan untuk bersinar di kancah nasional. Dalam sambutannya, Bupati Franky Donny Wongkar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi beserta jajarannya. Menurutnya, sinergi yang terjalin erat antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar daerah: mengubah potensi alam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Pengembangan pariwisata bukan hanya soal membangun tempat wisata, tetapi tentang transformasi ekonomi. Ini sejalan dengan misi utama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk memperkuat sektor pertanian dan pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan. Potensi sumber daya alam yang kita miliki harus terus dioptimalkan, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tegas Bupati Franky di hadapan para pejabat, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir.

Salah satu momen yang menambah makna kegiatan hari ini adalah penyerahan bantuan dalam rangka Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Manado. Bantuan berupa sejumlah tempat sampah diserahkan secara simbolis sebagai wujud kepedulian dunia usaha terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Kapitu. Pimpinan Cabang PT PNM Manado, Sulvikar Arsyad, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pariwisata yang ramah lingkungan.

Perjalanan Hebat: Dari Desa Kuliner Menuju Destinasi Ekowisata Bertaraf Nasional
Keindahan dan keunggulan Desa Kapitu saat ini tidak tercipta dalam semalam. Perjalanan panjang transformasi desa ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi dan kerja keras bersama. Berawal dari penetapan sebagai Desa Kuliner pada tahun 2018, nama Kapitu mulai dikenal karena kekayaan kulinernya yang khas. Namun, potensi yang jauh lebih besar kemudian tergali ketika sejak tahun 2021, pemerintah desa bersinergi dengan Kelompok Manengkel Solidaritas dan PT Cargill Indonesia melalui program pelestarian dan pengelolaan ekosistem hutan bakau atau mangrove yang luas dan indah di wilayah ini.

Baca juga:  Bupati Minahasa Selatan Terima Kunjungan BPS, Jalani Wawancara Sensus Ekonomi 2026 sebagai Teladan untuk Masyarakat

Berkat kerja keras dan komitmen menjaga kelestarian alam tersebut, Desa Kapitu resmi ditetapkan sebagai Desa Ekowisata pada tahun 2024. Penetapan ini menjadi tonggak baru yang mengubah wajah desa. Kini, kawasan hutan mangrove yang rimbun, bersih, dan tertata rapi menjadi daya tarik utama yang memikat ribuan pengunjung, baik dari dalam daerah maupun luar negeri. Data menunjukkan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menempatkan Desa Kapitu sejajar dengan Pantai Alar sebagai dua destinasi dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak di seluruh Kabupaten Minahasa Selatan.

Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Tandako, S.T., yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari perjalanan indah Desa Kapitu. “Bagi kami, menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar adalah tanggung jawab yang kami emban bersama. Melihat Kapitu berkembang pesat menjadi destinasi ekowisata yang berkelas adalah kebanggaan tersendiri, dan kami siap terus mendukung langkah-langkah ke depannya,” ujar Imelda.

Ketua Umum Perkumpulan Manengkel Solidaritas, Sella Runtulalo, juga menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. “Kami berkomitmen menjaga kelestarian mangrove ini, karena alam adalah aset terbesar kami. Ekowisata adalah cara kami menjaga alam sekaligus menyejahterakan warga,” tambahnya.


Persiapan Menuju Grand Launching: Segala Sesuatu Sudah Siap
Menjelang momen puncak, yaitu Grand Launching Desa Wisata Kapitu dan kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pariwisata bekerja keras mematangkan segala persiapan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, Evert Kawalo, S.E., melaporkan bahwa seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir. Mulai dari penataan tata ruang kawasan, peningkatan kebersihan lingkungan secara menyeluruh, perbaikan dan penyempurnaan sarana prasarana pendukung, hingga penyusunan materi promosi dan informasi bagi wisatawan, semuanya dilakukan dengan sangat teliti dan rinci.

Dalam rangkaian kegiatan hari ini, Bupati dan Wakil Bupati didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, MARS., beserta jajaran, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis. Rombongan mengunjungi Jembatan Mangrove yang menjadi ikon kawasan, melihat fasilitas Rumah Bibit Mangrove yang menjadi pusat pembibitan dan edukasi, hingga menikmati suasana di Kafe Mangrove. Tak hanya itu, kelayakan fasilitas umum seperti toilet dan akses jalan juga diperiksa secara ketat untuk memastikan kenyamanan setiap pengunjung yang datang nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, dr. Kartika Devi Tanos, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan dan kemajuan yang dicapai Desa Kapitu. “Apa yang saya lihat hari ini sangat membanggakan. Pengelolaan ekowisata di sini sudah berjalan sangat baik, menggabungkan keindahan alam dengan kenyamanan pengunjung. Ini adalah contoh terbaik bagaimana pariwisata dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan. Desa Kapitu layak menjadi percontohan dan destinasi unggulan Sulawesi Utara,” ungkap dr. Kartika usai meninjau lokasi.

Baca juga:  Warga Bolsel Rindukan VAP Jadi Gubernur Sulut


Dukungan Penuh Berbagai Pihak Demi Masa Depan Cerah
Kehadiran dalam kegiatan ini menunjukkan betapa luasnya dukungan yang mengalir untuk kemajuan Desa Kapitu. Selain pejabat daerah, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Glady Kawatu, S.H., M.Si., seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran perangkat daerah. Dunia usaha, komunitas, dan organisasi juga turut ambil bagian, antara lain pimpinan dan anggota Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Sulawesi Utara, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Sulawesi Utara, hingga para pelaku usaha lokal.

Yang menarik perhatian, turut hadir dua wisatawan mancanegara, Mr. Johnny Hensen dari Skotlandia dan Ms. Holly Adams dari Inggris. Keduanya mengaku terpesona dengan keindahan alam dan keramahan warga Desa Kapitu. “Ini adalah tempat yang sangat indah dan damai. Hutan bakau yang terawat dengan baik, udaranya sangat segar. Kami sangat senang bisa berkunjung ke sini dan berharap lebih banyak orang dari seluruh dunia akan datang melihat keindahan ini,” ujar Mr. Johnny dengan antusias.

Hukum Tua Desa Kapitu, Alfa Winokan, S.E., didampingi perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Mangrove, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, menyambut hangat seluruh tamu. Bagi warga Kapitu, kunjungan ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus menjaga nama baik desa mereka.

Menutup kegiatan, Bupati Franky Donny Wongkar kembali menegaskan harapan besarnya ke depan. Ia berharap sinergi yang sudah terjalin dengan begitu kuat ini terus diperkuat dan diperluas. Salah satu fokus utama yang akan didorong adalah peningkatan aksesibilitas jalan menuju kawasan wisata agar semakin mudah dijangkau wisatawan.

“Kami ingin Desa Kapitu tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mudah diakses, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. Semua ini demi satu tujuan: menjadikan Kapitu destinasi ekowisata unggulan yang membawa kemajuan bagi Sulawesi Utara dan kesejahteraan seluruh masyarakat Minahasa Selatan,” pungkas Bupati Franky, disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta kegiatan.

Dengan segala persiapan yang matang, dukungan lintas sektor, dan potensi alam yang luar biasa, Desa Kapitu kini siap menyambut Menteri Pariwisata dan membuktikan diri sebagai permata tersembunyi yang kini bersinar terang di pesisir Minahasa Selatan. (Fanly)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *