Cegah Kebakaran Hutan Gunung Klabat, Johan Awuy Imbau Petani dan Pendaki Tak Sembarangan Menyalakan Api

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Para petani dan masyarakat yang memiliki lahan pertanian maupun perkebunan di kawasan kaki Gunung Klabat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung berangin saat ini.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua LSM Minut Connection yang juga Koordinator Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Wilayah Indonesia Timur, Johan Noldy Awuy, Selasa (21/7/2026).

Johan mengingatkan para petani agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan maupun membuka lahan perkebunan. Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang dapat dengan mudah membuat api menjalar dan berpotensi merembet dari kawasan kaki Gunung Klabat hingga ke kawasan hutan gunung tersebut.

“Para petani yang melakukan aktivitas di kebun, khususnya di wilayah kaki Gunung Klabat, kami imbau agar tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan.

Kondisi cuaca yang berangin dapat menyebabkan api dengan cepat menyebar dan berpotensi masuk ke kawasan hutan Gunung Klabat,” ujar Johan.

Selain mengancam kelestarian hutan, Johan menilai kebakaran juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, terutama terhadap pohon-pohon yang telah tumbuh selama puluhan tahun.

Baca juga:  Gubernur Olly Ungkap Dukacita Mendalam Atas Berpulangnya Mantan Bupati Mitra Telly Tjanggulung

“Dampaknya, pohon-pohon yang sudah berusia puluhan tahun jika terbakar, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa kembali tumbuh dan mendapatkan penggantinya,” ungkapnya.

Menurut Johan, kerusakan kawasan hutan akibat kebakaran juga berpotensi mempengaruhi ketersediaan sumber air di Gunung Klabat. Ia menilai Gunung Klabat memiliki peran penting sebagai salah satu kawasan penyimpan dan penyedia sumber air yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Hal ini pasti akan mempengaruhi ketersediaan air yang ada di Gunung Klabat. Sebab, Gunung Klabat ini menjadi salah satu lumbung persediaan air yang begitu sangat bermanfaat bagi warga Minahasa Utara, bahkan hingga masyarakat di kota tetangga, Kota Bitung,” jelasnya.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada para pendaki Gunung Klabat. Johan meminta agar para pendaki tidak sembarangan membuat api selama berada di kawasan gunung, serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.

Baca juga:  Silangen Ajak Jajaran PD Sosialisasikan Program Pemprov Sulut Melalui Medsos

Ia mengingatkan, kebakaran hutan di kawasan Gunung Klabat bukanlah hal baru. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebakaran kerap terjadi dan dapat mengancam kelestarian kawasan hutan serta ekosistem di dalamnya.

“Para pendaki juga harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Jangan sembarangan membuat api, apalagi membuang puntung rokok yang masih menyala. Hal kecil seperti itu bisa menjadi pemicu kebakaran besar,” tegasnya.

Johan juga meminta pemerintah dan instansi terkait untuk terus meningkatkan sosialisasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para petani, pemilik lahan dan pendaki, terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, petani, pendaki serta seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Klabat.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah terkait kami harapkan terus melakukan sosialisasi dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar potensi kebakaran hutan di kawasan Gunung Klabat dapat diminimalisir,” tutupnya. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP