Kecewa Tak Diperhatikan Pemerintahan Desa dan Kabupaten Minut, Warga Paputungan Kembali Patungan, Kali Ini Rehabilitasi Tambatan Perahu

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Kekecewaan terhadap minimnya perhatian dan dukungan pemerintah kembali dirasakan sejumlah masyarakat Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Kali ini, kembali warga secara swadaya melakukan rehabilitasi tambatan perahu yang kondisinya sudah tidak layak digunakan. Pekerjaan tersebut dilakukan karena masyarakat menilai fasilitas yang sangat penting bagi nelayan itu telah membahayakan keselamatan warga.

Sejumlah warga Desa Paputungan, termasuk mereka yang saat ini sedang merantau namun tetap menunjukkan kepedulian terhadap kampung halaman, mengaku kecewa karena berbagai pekerjaan yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah justru berulang kali dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Richard Mukau, salah satu warga perantauan yang turut memberikan perhatian terhadap pembangunan di Desa Paputungan, bersama Frangky Batasina dan Dolfianus Yosep, warga setempat, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kondisi tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan Pemdes Paputungan yang seperti kehilangan nuraninya. Ini sudah menjadi pekerjaan swadaya masyarakat yang kelima kalinya,” ujar mereka.

Menurut mereka, sebelumnya masyarakat juga telah bergotong royong dan menggalang dana untuk sejumlah pekerjaan, di antaranya pembangunan gapura selamat datang di Desa Paputungan, pengecoran jalan, perbaikan lampu jalan, hingga pembuatan neon box bertuliskan I Love Paputungan yang dipasang di kawasan pantai desa Paputungan.

Baca juga:  Tekan Penyebaran Covid-19 di Wori, Kapolsek IPDA Nicky W.R Winerungan S.IP Gencar Laksanakan Operasi Yustisi

“Kami melakukan semua ini karena kecintaan terhadap Desa Paputungan. Sekarang kami kembali melakukan rehabilitasi tambatan perahu karena kondisinya sudah sangat tidak layak,” ungkapnya.

Richard menjelaskan, kondisi tambatan perahu yang rusak bahkan telah menyebabkan dua orang menjadi korban karena terjatuh. Selain itu, para nelayan juga mengalami kesulitan ketika hendak menarik perahu ke daratan.

“Sudah ada dua orang yang menjadi korban karena terjatuh. Nelayan juga kesulitan ketika akan menarik perahu ke darat. Karena itu, kami berinisiatif untuk memperbaikinya secara swadaya,” jelasnya.

Pekerjaan pengecoran tambatan perahu tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026, dan telah selesai dikerjakan. Ke depan, masyarakat berencana membangun sebuah gazebo kecil di sekitar lokasi tambatan perahu tersebut untuk memperindah kawasan pantai Desa Paputungan.

“Saat ini kami masih menggalang dana untuk kegiatan tersebut. Kami ingin lokasi ini bukan hanya aman bagi nelayan, tetapi juga bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan indah bagi masyarakat,” kata Richard.

Baca juga:  Kejari Minut Musnahkan Babuk Pidum dan Narkotika 3 Bulan Terakhir

Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, masyarakat juga sempat mendapatkan bantuan material dari PT Makmur Karsa Mandiri setelah mengajukan proposal.

Meski demikian, masyarakat berharap kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Paputungan maupun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Warga menilai semangat gotong royong dan swadaya masyarakat seharusnya mendapat dukungan nyata dari pemerintah, bukan justru membuat masyarakat harus berulang kali menanggung sendiri berbagai kebutuhan pembangunan desa.

“Kami tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap pemerintah hadir dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kalau masyarakat terus bekerja secara swadaya, lalu pemerintah ke mana?” pungkasnya.

Warga berharap ke depan pemerintah dapat lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama terhadap fasilitas umum yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan mata pencaharian warga, termasuk para nelayan di Desa Paputungan. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP