, ,

Jurnalis Minahasa Selatan Bertekad Jadi Garda Terdepan Keamanan Obat, Makanan dan Kosmetik

oleh


Minsel, www.inspirasikawanua.com – Ruangan yang kerap menjadi tempat rapat warga kini dipenuhi puluhan jurnalis yang setiap harinya berkelana mencari berita di seantero wilayah ini. Namun kali ini, mereka bukan datang untuk sekadar meliput sebuah kegiatan, melainkan hadir untuk menerima amanah besar: menjadi benteng informasi sekaligus pelopor edukasi keselamatan konsumen bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Komisi IX DPR RI dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Hadir langsung memimpin jalannya diskusi, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, atau yang akrab disapa FER, membuka pertemuan dengan sebuah pertanyaan sederhana namun menyentuh hakikat kehidupan setiap orang.

“Setiap hari kita makan makanan, memakai kosmetik untuk penampilan, atau meminum obat saat tubuh terasa sakit. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak bertanya: seberapa paham kita akan apa yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh kita? Apakah kita yakin semua yang kita konsumsi itu aman, terdaftar, dan layak pakai?” ujar FER memulai pemaparannya dengan nada yang penuh perhatian.


Dalam penyampaiannya, politisi asal Sulawesi Utara ini menegaskan bahwa obat-obatan, makanan, hingga kosmetik adalah hal yang paling dekat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat sehari-hari. Sayangnya, arus peredaran barang yang semakin cepat seiring pesatnya perkembangan teknologi membawa dampak yang tidak terduga. Data pengawasan obat dan makanan nasional mencatat, perdagangan daring atau e-commerce serta media sosial kini menjadi pintu masuk utama beredarnya produk-produk berbahaya. Mulai dari kosmetik yang mengandung merkuri dengan kadar melebihi batas aman, hingga obat tradisional yang dicampur Bahan Kimia Obat (BKO) tanpa izin edar resmi.

Baca juga:  Sambangi Unsrat, Gubernur Lemhanas Beri Kuliah Umum

Melihat fakta yang mengkhawatirkan ini, FER secara khusus mengajak seluruh insan pers yang hadir untuk meluaskan peran mereka. Selama ini pers dikenal sebagai penyampai kabar politik, pembangunan, atau peristiwa-peristiwa penting. Namun di momen ini, ia mengajak rekan-rekan jurnalis untuk juga menjelma menjadi “edukator” yang setara dengan pihak berwenang.

“Kesehatan adalah aset paling berharga bagi generasi kita. Jika masyarakat terus-menerus terpapar kosmetik bermerkuri, makanan yang dicampur boraks, atau obat-obatan ilegal, dampaknya tidak akan terasa hari ini atau besok, melainkan dalam jangka panjang yang merusak masa depan mereka. Di sinilah peran pers menjadi sangat krusial. Pena dan kamera kalian bukan sekadar alat untuk melaporkan apa yang terjadi, melainkan senjata untuk menyebarkan pengetahuan agar masyarakat cerdas memilih dan tidak menjadi korban,” tegas FER dengan nada berapi-api.


Senada dengan hal itu, Kepala BBPOM Manado, Hermanto, S.Si., Apt., yang turut hadir memberikan pemaparan teknis, mengingatkan bahwa pengawasan terhadap keamanan produk tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas pengawas semata. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, dan media massa adalah jembatan penghubung yang paling efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.

Hermanto pun memperkenalkan kembali jurus sederhana yang harus terus digemakan ke telinga masyarakat luas melalui pemberitaan: metode Cek KLIK.

Baca juga:  Ibu Rita dan Ibu Devi Ikuti Pembukaan Rakernas IX PKK, Ini Pesan Ny Tri Tito Karnavian

– Cek Kemasan: Pastikan bungkus produk utuh, tidak penyok, bocor, rusak, atau berubah bentuk.

– Cek Label: Bacalah informasi bahan, cara pakai, tanggal pembuatan, dan alamat produsen dengan teliti.

– Cek Izin Edar: Pastikan produk memiliki nomor registrasi resmi yang dikeluarkan oleh BPOM.

– Cek Kadaluarsa: Pastikan produk belum melewati batas waktu layak pakai yang tertera.

“Metode ini sangat sederhana, tidak butuh peralatan canggih. Hanya butuh kebiasaan dan kesadaran. Dan tugas mulia untuk mengingatkan itu kembali kepada kalian, para insan pers,” ujar Hermanto.


Melalui pertemuan yang penuh makna ini, diharapkan terbentuk sinergi yang kokoh antara pihak legislatif yang merumuskan kebijakan, lembaga teknis yang menjalankan pengawasan, serta media massa yang menjadi penyambung lidah masyarakat. Ketiga kekuatan ini bersatu untuk membangun benteng pertahanan yang kuat di wilayah Minahasa Selatan khususnya, dan Sulawesi Utara pada umumnya.

Ketika pena dan lensa kamera para jurnalis mulai bersuara lantang mengampanyekan pentingnya keamanan produk konsumen, maka edukasi tidak lagi hanya berhenti di dalam ruangan sosialisasi yang tertutup. Pesan-pesan penting itu akan turun ke jalan, masuk ke rumah-rumah, hingga sampai ke dapur dan meja makan setiap keluarga, menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari ancaman produk berbahaya yang mengintai di mana saja. (Fanly)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *