BPD Batu Nilai Rapat Yang Digelar Penjabat Kumtua Ferry Rotty Tidak Ada Kordinasi dan Tak Korum

oleh
Foto: Rapat Tanpa Agenda yang jelas yang digelar Penjabat Hukum Tua Batu yang di tolak masyarakat dan perangkat desa.

Minahasa Utara, Inspirasikawanua.com – Pro Kontra yang terjadi di Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan terus berlanjut. Kali ini pihak Penjabat Hukum Tua Ferry Rotty yang mengadakan rapat di Balai Desa Batu, Senin (11/1/2021).

Rapat tersebut kemudian dinilai oleh BPD Batu sebagai rapat yang kabur alias tidak ada kordinasi dengan BPD.

Kepada wartawan media ini, Ketua BPD Desa Batu Robby Lengkong didampingi sekretaris BPD menuturkan jika pihaknya memang hadir sebagai terundang dalam rapat tersebut namun yang anehnya dalan undangan yang diterima BPD pada akhir undangan diakhiri dengan kata-kata,
‘Apabila yang terundang tidak memberikan informasi dianggap menerima putusan rapat’.

“Dari kalimat tersebut kita sudah bisa menilai jika ada penekanan didalam kalimat tersebut,” ujar Lengkong.

Baca juga:  Sasar Desa Penyangga Inflasi, Dinas Pangan Pemprov Sulut Gelar GPM ODSK di GMIM Moria Kolongan

Lanjut Lengkong membenarkan, jika ada juga undangan untuk perangkat desa diundang tidak sebagai perangkat desa hanya menyampaikan nama saja dalam undangan tidak ada jabatanya.

“Dari situ kita juga bisa menilai dan perangkat-perangkat desa tersebut juga tidak mau hadir karena mereka sudah tidak lagi dianggap sebagai perangkat desa. Dan ada juga kaur pemerintahan dan kepala jaga 3 tidak mendapatkan undangan,” beber Lengkong.

Ditambahkan Lengkong, jika rapat tersebut juga tidak Korum karena perangkat desa yang hadir hanya 5 orang dari 15 perangkat desa.

Sesuai pemantauan media ini, rapat tersebut awalnya berlangsung tertib, namun usai BPD menjelaskan duduk permasalahan dan bergegas keluar ruang rapat, situasi dalam ruangan rapat mulai ramai. Penjabat Hukum Tua sempat menjelaskan permasalahan sesuai versinya. Ferry Rotty juga sempat menyatakan jika dirinya suda menjabat Kumtua di 4 Desa tapi hanya BPD di Desa Batu yang terlalu bodoh dan tak tau aturan.

Baca juga:  Hari Pangan Sedunia, PJS Bupati Panen dan Tanam Jangung Bersama Gapoktan

“Saya sudah 4 Desa saya menjabat Kumtua tapi hanya di desa Batu BPDnya terlalu bodoh dan tak tau aturan,” beber Rotty.

Rotty juga sempat membuat suasana rapat ramai karena mempertanyakan kepada beberapa masyarakat yang hadir terkait penolakan mereka kepada BPD.

“Mo bekeng apa BPD kalau model begini mau minta tolak penjabat Kumtua,” tanya Ferry Rotty dan kemudian dijawab oleh hanya beberapa orang dengan kata-kata mundur. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *