Tumaluntung Terhenti Di 100 Besar Desa Wisata, Kamagi Bangga Sudah Wakili Sulut

oleh
Hukum Tua Richard.S.Kamagi SH bersama pengurus POKDARWIS Eduden Um Banua Tumaluntung.
Hukum Tua Richard.S.Kamagi SH bersama pengurus POKDARWIS Eduden Um Banua Tumaluntung.

Minahasa Utara, inspirasikawanua.com- Desa Tumaluntung, merupakan satu-satunya desa dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam ajang penganugerahan desa Wisata 2021 dari Kementrian Pariwisata RI.

Dari total peserta 1.831 Desa Wisata se Indonesia, langkah desa Wisata Tumaluntung terhenti di 100 besar desa wisata. Karena pada pengumuman yang disampaikan Menteri Pariwisata RI Sandiaga Sallahudin Uno, baru-baru ini dari 100 besar menjadi 50 besar desa wisata, desa Tumaluntung sudah tidak masuk lagi dalam jajaran 50 besar desa Wisata se Indonesia.

Baca juga:  Pemain Sepakbola Muda Sulut Di Undang Seleksi Gabung Bogor FC/Sulut United

Kepada media ini, Hukum Tua Tumaluntung Richard.S.Kamagi SH menuturkan walaupun desa Tumaluntung tidak masuk pada jajaran 50 besar desa wisata, tetapi dirinya tetap bangga karena desa Tumaluntung hingga 100 besar menjadi satu-satunya perwakilan Sulut dalam ajang penganugerahan desa wisata 2021.

“Ini semua merupakan kerja keras dari kelompok POKDARWIS ( kelompok sadar wisata ) Eduden Um Banua Tumaluntung. Suatu kebanggaan sudah mewakili Sulut, walaupun tidak lolos pada jajaran 50 besar,” ujar Kamagi.

Lanjut, Kamagi juga sangat berterimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Minut atas pencapaian desa wisata Tumaluntung saat ini.

Baca juga:  Kemendagri Gelar Rakornas Pengelolaan Dana Transfer, Pinjaman, dan Obligasi Daerah

“Kami sangat berterimakasih juga kepada Bupati Joune Ganda (JG) dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (KWL) yang selalu memberikan motifasi dan semangat kepada kami walaupun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sehingga kami tetap terus membangun desa wisata untuk mengangkat potensi wisata yang ada Minut saat ini. Walaupun terhenti dan tidak masuk pada jajaran 50 besar desa wisata, tetapi kami akan tetap terus mengembangkan desa wisata ini,” tutup Kamagi. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *