Soft Opening Dan Grand Launching Tiwoho Mangrove Trail Sukses Digelar

oleh -960 views

Minahasa Utara, inspirasikawanua.com – Soft Opening dan Grand Launching Tiwoho mangrove trail sukses digelar, Rabu (20/10/2021). Acar tersebut berlangsung
dilokasi penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, sebagai bentuk pengembangan destinasi wisata alam terbatas.

Dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan soft opening yang dilakukan secara daring dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A.
Sebagai opening speech dana Direktur ILO perwakilan Indonesia dan Timor Leste, perwakilan kedutaan besar Inggris di Jakarta, serta secara virtual juga hadir Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE beserta jajaran SKPD Kabupaten Minut. Hadir langsung Ketua DPRD Minut Denny Lolong S.Sos, Sekda Minut Jimmy Kuhu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Camat Wori Endru Palandung, beserta Tripika, Direktur Politeknik Negeri Manado, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Klabat, Hukum Tua Tiwoho Sonly Woy SE, Gempi Provinsi Sulut, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Perwakilan Sulut, Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Perwakilan Sulut, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Perwakilan Sulut, Tour Operator Sulawesi Utara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. dalam sambutannya menuturkan jika Bupati Minut Joune Ganda, selalu menjadi inspirasi dalam membangun Minahasa Utara.

“Dibawah kepemimpinan pak Joune Ganda bupati milenial kita, yang selalu menjadi inspirasi kami. Sehingga Minut lebih maju dalam dunia pariwisata.
Mangrove trail desa Tiwoho dibangun hanya dari bambu dan kayu, sehingga ramah lingkungan. Sehingga juga mendukung penuh dan memberi manfaat dalam pengembangan ekowisata yang ada di Minahasa Utara,” kata Uno.

Lanjut Menteri, pihaknya akan terus mendorong penguatan desa-desa wisata, agar dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya yang sekaligus membuka seluruh rangkaian kegiatan secara virtual menuturkan, jika dirinya percaya mangrove trail ini dapat mensejahterakan masyarakat di desa Tiwoho.

“Saya juga berterimakasih kepada pak menteri yang juga ikut memantau dan mendukung sehingga soft opening dan gand launching Tiwoho mangrove trail ini dapat sukses digelar,” ungkap JG sapaan akrab Bupati.

Diketahui, Taman Nasional Bunaken sebagai kawasan pelestarian alam yang bersinggungan langsung dengan Desa Tiwoho, memiliki 3 (tiga) prinsip pengelolaan, yaitu Perlindungan Sistem Penyangga Pengawetan Plasma Nutfah, Dan Pemanfaatan Secara Lestari. Kehidupan,

Pembangunan mangrove trail desa Tiwoho merupakan kerjasama antara Balai Taman Nasional Bunaken, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK dengan Pemerintah Desa Tiwoho, Kabupaten Minut, dalam mendukung kebijakan strategis nasional guna menyongsong Destinasi Super Prioritas Nasional (DSP) dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk mewujudkan pembangunan Desa-Desa Wisata di Kabupaten Minahasa Utara.

Upaya pembangunan wilayah Desa Tiwoho dengan pengembangan potensi wisata alam Mangrove Trail berkaitan erat dalam pelestarian ekosistem mangrove di Taman Nasional Bunaken sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat khususnya Desa Tiwoho dengan kedatangan wisatawan dan memberikan Multiflier Effect lapangan pekerjaan dimasa mendatang.

Dengan demikian diharapkan ide ini merupakan gagasan positif yang dimulai dari desa Tiwoho berkembang ke seluruh desa-desa di Kabupaten Minut khususnya.

Ekosistem mangrove memiliki banyak fungsi, vegetasi. Mangrove mampu menahan laju abrasi gelombang laut yang mengancam masyarakat pesisir. Vegetasi mangrove sekaligus menjadi habitat dari beranekaragam tumbuhan dan satwa liar yang membentuk komunitas diantaranya potensi yang belum dikembangkan dikemudian hari atau Bio-Prospektif. Lebih penting lagi ekosistem Mangrove dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata alam tanpa harus merusak seperti mangrove trail desa Tiwoho yang hari ini diresmikan oleh Bupati Minahasa Utara.

Pembangunan wisata mangrove trail mendapatkan dukungan dari ILO (Organisasi Ketenagakerjaan Dunia) melalui Politeknik Negeri Manado dalam Bidang Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Desa Tiwoho dalam pengoperasian Wisata Mangrove Trail kedepannya. Kerjasama yang sudah berjalan akan lebih berkembang dimasa yang akan datang dalam berbagai Keahlian.

Balai Taman Nasional Bunaken memberikan dukungan pengembangan wisata alam terbatas di desa Tiwoho melalui pendampingan kelompok masyarakat dalam kegiatan wisata terutama peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan kelompok, perlindungan dan pelestarian kawasan hingga pemulihan ekosistem. (Josua)

 2,184 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *