Dukung Program JG-KWL Dan Tunjang DPSP Likupang, Desa Wisata Tumaluntung Gelar Event Trip Ke Negeri Dongeng

oleh

Minahasa Utara Inspirasikawanua.com- Sebagai perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai desa yang masuk pada 100 besar peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Eduden Um Banua, menggelar event bertajuk “Trip Wisata ke Negeri Dongeng” yang digelar Sabtu (30/10/2021).

Hukum Tua Tumaluntung, Richard S. Kamagi, S.H. menuturkan jika event “Trip Wisata ke Negeri Dongeng” desa Tumaluntung ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan Desa Tumaluntung sebagai Desa Wisata dan dalam upaya Pemerintah Desa Tumaluntung mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang, mendukung program, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, S.E. dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. dibidang Pariwisata”, kata Hukum Tua Richard Kamagi.

Tempat pengolahan gas berbahan dasar dari kotoran hewan, yang ada di Desa Tumaluntung.
Tempat pengolahan gas berbahan dasar kotoran hewan, yang ada di Desa Tumaluntung.

Lanjutnya, Trip Wisata ini mengajak para pengunjung mengeksplore aneka potensi wisata budaya hingga inovasi teknologi pertanian berbasis kemasyarakatan dan sustainable tourism.

“Desa Tumaluntung sebagai tempat tujuan wisata, menyuguhkan wisata budaya, seperti banyaknya suguhan situs purbakala waruga dan kuliner nikmat.
Trip ini bertujuan memperlihatkan sesuatu yang sudah di anggap hilang, sesuatu yang belum pernah dilihat dan dibayangkan, masih ada tersimpan rapi di Wanua Tumaluntung. Seperti kuburan tua dari batu, kuburan kuno bergaya Eropa dan kuburan Dotu Roti yang sangat tua (pendiri Desa Tumaluntung),” jelas Kamagi.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Eduden Um Banua Refly Inaray mengatakan, kegiatan ini sengaja mengundang banyak tamu untuk memperkenalkan potensi wisata dan kearifan lokal juga budaya, yang masih melekat di kehidupan Masyarakat di desa Tumaluntung.

Baca juga:  Gelar Rakorcab Lebarkan Sayap Partai, Nasdem Minut Lantik Dan Mensahkan Pengurus DPC Wori Juga Likbar

“Kegiatan ini juga untuk mengangkat setiap potensi wisata yang ada di desa kami, khususnya yang kearifan lokal. Karena kearifan lokal dan budaya sudah menjadi tradisi yang sangat melekat, misalnya pembuatan gula merah, penyulingan cap tikus, tari-tarian. Disini juga masih melekat kawin adat,” imbuh Inaray.

Lanjut dijelaskan Inaray, dibentuknya Pokdarwis Eduden Um Banua Tumaluntung diharapkan bisa membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) serta kearifan lokal yang ada di Tumaluntung agar bisa dikenal di mata dunia.

Dalam event tersebut dihadiri oleh Asosiasi Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Staf Khusus Gubernur Dino Gobel, Staf Khusus Bupati, Anggota DPRD Minut Anthony Pusung.

Pada Trip ini kita juga bisa melihat proses pembuatan gula batu, captikus, biogas dan sayur organik. Atraksi seni budaya, musik Kolintang, ada tarian yang sudah punah di Minahasa Utara, tarian yang dianggap tua, berbahasa lokal yang cukup dalam, sarat dengan nasihat orang tua lewat pantun dan lantunan syair tua, di mainkan oleh generasi yang sudah tua, belum sempat di wariskan ke anak muda, nama tariannya Tatambaken.

Ada juga Tarian Cakalele yang melegenda sebagai tarian perang yang menjaga Wanua Tumaluntung dari berbagai ancaman dari luar.

Desa Wisata Tumaluntung, sebagai penunjang pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional. Bagi masyarakat Sulawesi Utara yang ingin berwisata menikmati keindahan alam di Desa Wisata yang sehat dan segar, juga sesuai standar protokol kesehatan Covid-19, ke Tumaluntung Jo.

Baca juga:  Bawaslu Minut Gelar Pelatihan Saksi Partai Politik Pada Pilpres dan Pileg Serta Anggota DPD Tahun 2024
Tempat penyulingan minuman khas Minahasa yakni Captikus, yang ada di Desa Tumaluntung.
Tempat penyulingan minuman khas Minahasa yaitu Captikus, yang ada di Desa Tumaluntung.

 

Ini 6 Spot Wisata Menarik “Trip Wisata ke Negeri Dongeng” :

1. Waruga Dotu Roti.
Beliau adalah Pendiri Negeri Tumaluntung. Berjulukan atau disebut Tunduan, Tonaas, Wadian, Teterusan pertama.
Waruganya berada di antara gugusan pemakaman waruga yang banyak tersebar di wilayah Tumaluntung.

2. Pembuatan Gula Batu.
Ini suguhan atraksi wisata menarik di paket trip negeri dongeng ini. Pengunjung diajak mampir di salah satu rumah penduduk di dekat kawasan negeri lama. Di sini diperlihatkan bagaimana warga setempat membuat gula aren 100 asli tanpa bahan pengawet.

3. Pembuatan minuman tradisional Cap Tikus.
Ini tak kalah menarik. Pengunjung diajak menyaksikan teknologi tradisional pembuatan arak lokal bernama Cap Tikus. Menggunakan sumber air nira. Lalu difermentasi dan distilasi sedemikian rupa kemudian menghasilkan arak lokal ini.

4. Tenged Watu.
Berasal dari dua kata dalam bahasa Tonsea. tenged artinya Lesung dan Watu berarti batu.
Alat yang sudah berusia ratusan tahun lalu itu, sampai kini masih awet. Alat ini sebagai penumbuk padi. Biasa digunakan masyarakat tempo dulu dengan tongkat khusus.

5. Agro Wisata Pertanian Organik.
Nah, di paket wisata ini pengunjung semakin dibikin kian tertarik. Sebab disodorkan keberhasilan warga desa Tumaluntung dalam hal pengembangan beragam jenis tanaman agro secara organik.

6. Biogas.
Inovasi Energi hasil alam juga sukses dikembangkan warga desa Tumaluntung. Nah dalam paket wisata ini, warga akan diperlihatkan bagaimana biogas yang dikembangkan masyarakat dan digunakan bagi kepentingan warga setempat. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *