
Manado, www.inspirasikawanua.com – Hari Anak Sedunia (HAS) atau World Children’s Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 20 November, dan tema yang diusung kali ini yakni “Inclusion, for every child” untuk mengajak masyarakat di seluruh dunia ikut serta dalam peringatan Hari Anak yang diselenggarakan oleh United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).

Peringatan HAS 2022 di Indonesia sendiri dipusatkan di provinsi Sulawesi Utara, dimana diawali dengan Welcome Lunch dan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, serta ratusan anak-anak perwakilan ASEAN dan anak-anak utusan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia yang berlangsung di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, Jumat (18/11/2022).
Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan rasa bangganya karena Provinsi Sulut bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan acara puncak peringatan HAS 2022.
“Tentunya kami pemerintah Provinsi Sulut sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dimana melalui Peringatan Hari Anak Sedunia 2022 akan ikut mempromosikan pariwisata Sulut karena dihadiri oleh sekitar 400 anak dari delapan negara di Asia,” ungkapnya.

Dalam acara Welcoming Lunch ini, anak-anak peserta HAS memberikan kejutan bagi Gubernur Olly Dondokambey yang bertepatan dengan HUTnya yang ke-61.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam sambutannya mengapresiasi Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan Tomohon yang berkolaborasi menyiapkan pelaksanaan peringatan puncak HAS 2022.
“Ini patut diapresiasi. Kami tunggu sinergi dan kolaborasi dari pemerintah Sulawesi Utara untuk memajukan, tidak hanya memberikan perlindungan pada anak, tapi juga pemberdayaan pada perempuan yang ada di daerah ini,” tukasnya.

Lebih lanjut Bintang mengatakan anak akan menjadi tongkat estafet yang nantinya membawa bangsa Indonesia tumbuh lebih kuat dan lebih berkembang.
“Oleh karenanya, setiap hak yang dimiliki anak harus bisa dipenuhi oleh negara,” tuturnya.
Agenda rangkaian HAS 2022 dihari kedua dilaksanakan di Kota Tomohon dan di sambut Wali Kota Tomohon Caroll.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah kota Tomohon sangat berbangga dengan kedatangan anak-anak Indonesia dan anak-anak Asean di Kota Tomohon ini. Semoga mereka boleh bersukacita dan membawa kabar baik bagi keluarga mereka yang ada di rumah telah datang di Kota Tomohon,” tutur Walikota Caroll Senduk.

Adapun puncak Hari Anak Sedunia (HAS) Tahun 2022 dilaksanakan pada Minggu (20 November 2022) pagi, di Area Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama istri dan Wagub Steven Kandouw bersama istri mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga;

Gubernur Olly dalam sambutannya di puncak Hari Anak Sedunia (HAS) Tahun 2022 menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, yang telah memberikan dukungan setiap kegiatan Hari Anak Sedunia (HAS) di Provinsi Sulawesi Utara. Teristimewa, Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para Delegasi HAS Tahun 2022, Anak-Anak ASEAN yang hadir bersama Pendamping, baik yang hadir secara langsung/luring maupun yang hadir online/daring.
Lanjut Gubernur, HAS menawarkan kepada kita, pintu masuk yang penuh inspirasi untuk mengadvokasi, mempromosikan dan merayakan hak-hak anak, untuk berdialog dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun dunia menjadi lebih baik bagi anak-anak.
”HAS perlu diperingati dan dimaknai setiap tahunnya, untuk memastikan cara pandang kita
tetap berada di jalan yang benar dan tepat, dalam memperlakukan anak, terutama dalam urusan menjamin kesehatan dan meningkatkan kebahagiaan anak. Juga memastikan setiap anak dapat berkembang dengan baik tanpa adanya.eksploitasi, dan mengarahkan anak untuk menunjukkan keahliannya yang berguna bagi masyarakat kelak, ” jelas Gubernur Olly
Dikatakannya pula, setiap peringatan HAS dapat menjadi kesempatan untuk menyolusikan permasalahan yang dihadapi anak. Executive Director UNICEF, Henrietta Fore, menyatakan bahwa masih ada beberapa masalah.utama yang dihadapi oleh anak-anak saat ini dan di masa depan, antara lain tentang air bersih, iklim bersih, dan udara yang bersih; tentang kesehatan mental dan kemiskinan; serta tentang kekerasan dan konflik. Dalam konteks itu, selayaknya peringatan HAS.tahun ini juga dapat dimaknai dan dimanfaatkan untuk memperkokoh tekad dan memperkuat komitmen, meningkatkan jalinan sinergitas, sehingga kita akan selalu bersama-sama dalam melanjutkan upaya perlindungan anak, serta upaya mendorong partisipasi anak untuk dapat menikmati hak-haknya dan boleh menorehkan karya-karya terbaik.
Gubernur berharap ada keserasian, keseragaman langkah, untuk menatap masa depan, yang di dalamnya diiringi dengan tantangan-tantangan. mari kita pastikan setiap anak tetap mendapatkan hak belajar, bermain dan bergembira, serta kita cegah terjadinya perkawinan usia anak. Disamping itu, kita jamin akses layanan kesehatan, terlebih gizi anak, untuk mencegah stunting.
“Mari kita dukung dan lindungi kesehatan mental anak-anak, dimana ini adalah sangat penting untuk mengakhiri kasus pelecehan, kekerasan dan penelantaran terhadap anak. Sambil melakukan upaya strategis lainnya seperti mendukung dan melindungi anak-anak dan keluarganya yang hidup.miskin, hidup di tengah konflik, dan dilanda bencana,” ajak Gubernur sekaligus berharap tingkatkan peran kita masing-masing, peran keluarga dalam pengasuhan, serta menurunkan angka pekerja anak, yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak. Kita upaya semua anak mendapatkan hak-haknya, memperoleh perlindungan, sehingga tumbuh dan berkembang, menjadi anak-anak yang cerdas, unggul, dan dapat berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sementara itu Menteri Bintang Puspayoga menyatakan puncak peringatan hari anak sedunia di Sulut adalah hari merayakan hak anak
”Hargai pandangan anak dan partisipasi dalam upaya perlindungan, kami bentuk wadah partisipasi anak dalam pembangunan yakni forum anak sudah terbentuk di 33 provinsi, ” tukas ibu Menteri usai kegiatan mengunjungi stand UMKM dilokasi kegiatan ditemani Ketua Tim PKK Sulut Rita Dondokambey Tamuntuan dan Kadis P3A Sulut dr Devi Kandouw Tanos.
Dikatakannya pula, terbentuknya ini bukan hanya menjadi hiasan tetapi diharapkan dapat menjamin perlibatan anak dalam pembangunan di Indonesia.
Menteri pun menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga seluruh pihak yang hadir untuk berkolaborasi untuk mewujudkannya.

Hadir dalam acara puncak Forkompimda Sulut, Plh Sekprov Steve Kepel, jajaran pejabat Pemprov, Bupati/Walikota.
Acara Welcoming Lunch ini dihadiri Forkopimda Sulut, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Tamuntuan, Sekretaria TP PKK Sulut yang juga Kepala Dinas P3AS Sulut, dr Kartika Devi Tanos, Ketua DPRD Sulut Fransiscus Silangen, Plh Sekdaprov Sulut Steve Kepel, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta sejumlah pejabat pemda dari instansi terkait. (Advertorial Dinas Kominfo Sulut)
![]()





