Festival Bunaken

oleh -78 views

Wagub Steven Kandouw mengatakan alasan dipilinya “Malalayang Beach Walk” sebagai tempat pelaksanaan karena ini adalah “New Icon” di kota Manado.

“Sebelumnya tempat ini kumuh tapi karena ide Bapak Gubernur, usulan ke Pak Presiden, waktu itu Pak Presiden berkunjung ke Bunaken. Maka rasa-rasanya seperti disulap, tempat ini menjadi bagus sekali,” ucap Wagub Steven.

Dalam kesempatan, Wagub Steven juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Parekraf karena tahun ini menetapkan 5 (lima) iven di Provinsi Sulut sebagai iven nasional, yaitu: Festival Selat Lembeh, Festival Flower di Tomohon, Festival Bunaken, Under Water Photografer dan Festival Danau Tondano.

“Salah satu kebanggaan kita di Sulawesi Utara karena salah satu desa kami ditetapkan sebagai desa pariwisata terbaik nasional desa budo di kabupaten minut,” ujarnya.

“Semua ini merupakan kerja-kerja bersama kita semua karena kita tahu persis bahwa industri pariwisata sebelum pandemi di Sulut adalah idola, waktu itu kita ada penerbangan dari 8 kota di China. Puji Tuhan kita ditetapkan oleh pemerintah pusat, selain Jakarta kita adalah pintu gerbang, selama pandemi airport kita dan Jakarta adalah salah satu pintu masuk,” sambungnya.

Lebih lanjut Wagub mengungkapkan tekad Gubernur Olly Dondokambey untuk mengembalikan pariwisata sebagai idola di Sulut.

“Tekad Bapak Gubernur dengan seiring dan semangat nasional kita kembalikan pariwisata sebagai Idola PDRB kita nanti. Puji Tuhan menurut laporan nanti bulan Desember ada lobby Pak Gubernur penerbangan dari Korea segera akan masuk, dan sebagai laporan mulai bulan ini sampai bulan Desember dari Taiwan ada carter 15 penerbangan dan ini sudah menyatakan existensi Sulut sebagai pintu gerbang daerah pariwisata,” kuncinya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, FORKOPIMDA Provinsi Sulut, Sekdaprov Praseno Hadi, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Walikota Manado, Ketua FKUB Provinsi Sulut dan Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sulut. (Dkips)

 

 

Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menghadiri Parade Kebaya Nusantara Goes to UNESCO dalam rangkaian Festival Bunaken Tahun 2022, yang digelar di Malalayang Beach Walk (MBW) Manado, Rabu (2/11/2022).

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan maupun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, lewat antusiasme yang dapat terlihat dalam mendukung, berkolaborasi dan berpartisipasi pada gelaran Parade Kebaya Nusantara.

“Kegiatan ini tentunya menjadi bentuk satu tekad kita semua dalam melestarikan budaya Indonesia dengan mencintai kebaya nasional,” ujar Ketua TP-PKK.

“Karena sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia untuk mencintai, menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki, termasuk melestarikan kebaya sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara,” sambungnya.

Dirinya mengungkapkan, upaya-upaya menumbuhkembangkan dan memajukan kebaya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan strategis yang dilaksanakan pasca pandemi Covid-19, yang dikemas dalam berbagai inovasi, layaknya Parade Kebaya Nusantara di Sarinah Jakarta Pusat 13 Agustus 2022 yang lalu.

“Disitu dikampanyekan penetapan Hari Kebaya Nasional dan pengajuan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO, menyusul 12 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang sudah diakui sebelumnya,” tuturnya.

“Selain itu, dalam Parade Kebaya yang diinisiasi Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Solo pada 2 Oktober 2022 yang lalu, Beliau menaruh harapan agar kami yang hadir, istri-istri Kepala Daerah dan istri-istri TNI/Polri, untuk bisa menginspirasi kaum perempuan, kaum wanita, terlebih generasi muda Indonesia untuk semakin cinta, bangga dan lebih sering mengenakan kebaya,” tambahnya.

Olehnya, Ketua TP-PKK menyebut bahwa gelaran Parade Kebaya Nusantara di Manado telah menunjukkan tekad dan dukungan perempuan Sulut masih sangat bangga menggunakan kebaya dan ingin membuat kebaya tetap lestari.

“Dengan parade ini kiranya akan menggugah dan mempertahankan kebiasaan kita berkebaya, mengkampanyekan kebaya di daerah lewat jargon “Mari Jo Torang Berkebaya, Pakai Kebaya”, serta ikut mengisi perjuangan kebaya ke UNESCO demi menyongsong hari esok yang lebih cerah,” tandasnya.

Turut hadir, Ketua Tim Nasional Kebaya Goes to UNESCO Lana Kuncoro Togas, Sekretaris TP-PKK Kartika Devi Kandouw-Tanos, Ketua Panitia Festival Bunaken Tahun 2022 Adriana Dondokambey, para Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sulut.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri kegiatan Bunaken Music Vaganza di Kawasan Pohon Kasih Megamas Manado, Rabu (2-11-2022).

Bunaken Music Vaganza merupakan bagian dari Festival Bunaken yang menggelar konser musik menampilkan penyanyi Krisdayanti, Kenz dan grup musik Geisha.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengatakan selain Festival Bukaken, Pemprov Sulut akan menggelar Festival Natal pada Desember nanti.

“Tuhan berkenan Desember ada Festival Christmas, asal damai, aman supaya yang datang KPop,” ujarnya.

Menurut Olly, semua kegiatan yang dihelat pemerintah termasuk Bunaken Music Vaganza bisa berjalan dengan lancar, karena saling topang bersama semua tidak lepas dari peran TNI-Polri, bersama menjaga kemana-mana di Sulut, sehingga kegiatan penyelenggaraan hiburan masyarakat bisa dinikmati bersama.

“Provinsi Sulut menjadi satu dari lima dari prioritas pariwisata nasional untuk itu sulut dipilih karena kerukunan kita jaga bersama, persaudaraan kita jaga, kita menyadari kita semua ciptaan Tuhan,” ungkapnya.

“Tuhan menciptakan segala perbedaan jadi harmoni kehidupan yang diaplikasikan bersama di tengah masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, tambah Olly, Sulut juga menjadi daerah yang penduduknya paling bahagia di Indonesia masuk dalam sepuluh besar.

Marilah kita jaga ketentraman dan kedamaian di Sulut agar supaya bisa saling topang menopang menjalan tugas tanggungjawab bersama.

“Kita semua harus jaga kerukunan sama-sama kita bersatu gotong royong menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan yang pertama himbauan pemerintah untuk kota Manado kita menjaga inflansi,” kuncinya.

Bunaken Music Vaganza turut dihadiri perwakilan Kemenparekraf Yosua Simajuntak, Sekdaprov Praseno Hadi, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekertaris TP-PKK Provinsi SulutSulut Kartika Devy Kandouw-Tanos, Walikota Manado, Ketua TP-PKK Kota Manado, Ketua FKUB Sulut, Ketua Panitia Festival Bunaken Adriana Dondokambey dan para pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut. (Advertorial Dkips-Ik)

 237 total views,  9 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.