
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar kegiatan bertajuk Fasilitasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu, Rabu (30/11/2022).
Kegiatan yang digelar di hotel Sutan Raja wilayah Kecamatan Kalawat ini dibuka Ketua Bawaslu Minut, Symon Awuy. Dalam sambutannya Awuy mengatakan, kegiatan ini sangat perlu dilakukan guna memperkuat peran pengawasan setiap tahapan di lapangan.
“Lebih baik kita mencegah dari pada mengobati. Nah, semuanya tentu tidak lepas dari peran pengawasan yang baik,” kata Awuy di kegiatan yang menghadirkan 3 Narasumber itu.
Menurutnya, semakin tinggi intensitas pengawasan, akan semakin kecil peluang terjadinya pelanggaran Pilkada.

“Oleh karena itu saya berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, Narasumber pertama, Angga Ulung SSos, dalam pemaparannya menyentil soal peran besar media dalam hal pengawasan di lapangan.
“Media memiliki peran strategis dalam pengawasan, khususnya dalam mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan acuan untuk pengambilan arah kebijakan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga meminta Bawaslu agar selalu memberikan informasi-informasi terkini untuk disampaikan ke publik.
“Dengan demikian ada sinergitas antara media dam penyelenggara Pilkada dalam hal ini Bawaslu,” ujarnya.

Narasumber kedua, Pangasihan S Amisan SIP, meminta agar pengawasan dilaksanakan semaksimal mungkin. Bahkan, ia menyarankan agar pengawas harus dekat dengan semua partai politik (Parpol).
“Kalau kita dekat dengan mereka (Parpol), maka ruang bagi mereka untuk melakukan pelanggaran akan semakin kecil,” ujar Komisioner KPID Sulut yang akrab disapa Bung Santo ini.
Sementara, terhadap insan pers, ia mengingatkan agar menjalankan fungsi dengan selalu mengacu pada landasan netralitas.
“Jangan sampai condong ke kiri atau ke kanan. Cover bothside haruslah selalu dijadikan landasan dalam menyajikan produk jurnalis,” pintanya.
Tak kalah penting, pemateri ketiga, DR Jhony Tarore MSi, meminta Panwaslu Kecamatan agar cekatan dan terampil.
“Data pemilih harus benar-benar clear. Khususnya menyangkut verifikasi pemilih potensial di Capil, sehingga melahirkan Pemilu yang berkualitas,” ujar Tarore.
Tidak hanya itu, ia juga menyentil soal kerawanan Pemilu yang menurutnya pada Pilkada Sulut 2022 masih tinggi sehingga pencegahan perlu dilakukan.
“Pemilu kemarin persentase kerawanan mencapai tujuh puluh koma enam dua persen. Ini tergolong tinggi sehingga perlu diambil langka antisipasi,” sarannya. Sekadar diketahui, kegiatan ini dihadiri sekitar 30-an peserta yang terdiri dari insan pers dan Panwaslu Kecamatan. (Josua)
![]()





